}
Tribute Morrissey: How Soon Is Now Pecah Sekali
News

Tribute Morrissey: How Soon Is Now Pecah Sekali

by Pandu
Tue, 11-Oct-2016

Gigs pemanasan untuk konser Morrissey: How Soon Is Now, berlangsung pecah. Oleh teriakan, gelak tawa, juga pelukan sesama fans yang sudah tidak sabar menanti kedatangan idolanya.

Gigs yang sejatinya berlangsung jam 18.00 sore, melar hingga pukul 20.00. Tapi itu jelas lebih baik, karena di hari Jum’at, lalin Jakarta selalu lebih macet dari hari biasa. Jadi ada waktu agar tidak ketinggalan penampilan siapa pun.

Dibuka The Gerrymandering, band gacoan dari komunitas The Smiths Indonesia. Lalu Oliver Cromwell dan diteruskan Twisterella. Sejak pertama “Suedehead” menggema, tensi penonton tidak pernah turun. Justru kian menanjak naik, hingga ada kaki melayang-layang di udara.

Dalam industri musik, Morrissey adalah legenda pop '80-an yang masih tersisa. Banyak lagunya dianggap krusial bagi perkembangan musik indie pop era sekarang. Menginspirasi sekaligus menyelamatkan.

Ade Paloh, yang malam itu tampil bersama Marsh Kids menyebut, jika Morrissey seperti berbicara secara personal padanya lewat lirik lagu. Oleh lagu “I Know Its Gonna Happen Someday”, Ade mengaku diselamatkan dari masa kelam. Ia juga sempat mengajak penonton mendoakan Morrissey agar bisa sembuh dari kanker.

Gigs tribute ditutup Pure Saturday dengan amat edan. Karena penonton juga ingin band asal Bandung itu membawakan lagu pribadinya. Semisal “Kosong” dan “Elora”. Bahkan sebelum ditutup, Pure Saturday sempat mengkover lagu Oasis “Don’t Look Back in Anger”.

Hampir semua lagu hits Morrissey dan The Smiths dibawakan malam itu. Takut jika di konser #MorrisseyJKT nanti, Morrissey tidak punya waktu yang cukup menceritakan semuanya. Bahkan lagu “We Hate it When Our Friends Become Successful” berulang sampai 3 kali! [][teks @HaabibOnta | foto @kodsfreak_]