}
IBX 2016: Bersiap ke Era Digital Broadcasting
News

IBX 2016: Bersiap ke Era Digital Broadcasting

by Yogira
Thu, 27-Oct-2016

Industri penyiaran Indonesia, terutama televisi dan radio kini tengah berupaya menjalani migrasi teknologi dari analog broadcasting menuju digital broadcasting. Demikian pesan yang bisa dipetik dari acara Indonesia Broadcasting Expo [IBX], di Balai Kartini, Jakarta [21-23/10].

“Pemerintah sudah melakukan uji coba digital broadcasting. Kita harus migrasi dari analog ke digital, tapi harus melihat tatanan dan sistem yang sudah ada. Ada kemungkinan, targetnya tahun 2018, industri broadcasting sudah beralih ke digital,” kata Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia, pada acara talk show di IBX.

Menurut Rudiantara, adanya migrasi digital broadcasting akan membuat pertumbuhan televisi digital semakin pesat. Pencapaiannya bisa 3-5 kali pertambahan televisi.

Sedangkan CEO SCTV Sutanto Hartono mengatakan bahwa mendesaknya migrasi penyiaran analog ke digital karena frekuensi untuk penyiaran analog sangatlah terbatas.

“Dari sisi teknologi kami siap karena alat-alat untuk analog sekarang mulai sulit dicari,“ ujar Sutanto.

Selain tentang digital broadcasting, diskusi panel lainnya yang menarik adalah seputar fenomena sitcom di era digital, dengan narasumber Demi Gisela dan Mayong Suryo.

IBX 2016 tahun ini mengangkat tema “Integrating and Connecting antara Sesama Media Elektronik”, yang membahas perkembangan sistem digital dan teknologi 4.0.

Sebagai pameran dan hiburan, IBX 2016 menampilan sejumlah booth dan atraksi dari peserta pameran, yang mayoritas adalah stasiun televisi. Tak ketinggalan juga pentas musik Saint Loco, yang diprakarsai 88,4 FM Global Radio. [][teks & foto @firza]