}
Gado-gado Kredo: Ekspresi Humor dengan Puisi
News

Gado-gado Kredo: Ekspresi Humor dengan Puisi

by Yogira
Sun, 30-Oct-2016

Di tengah ‘gaduhnya’ persoalan sosial dan politik, Herry Gendut Janarto tiba-tiba muncul kembali sebagai ‘penghibur’ lewat karya bertajuk Gado-gado Kredo, 101 Puisi Humor. Buku puisi terbarunya ini mendapatkan apresiasi dari para tokoh, seniman, budayawan dalam acara  HGJ’s Night [Humor Gendut Jazz Night] di Bentara Budaya Jakarta, [27/10].

"Sampul buku ini bertajuk Puisi Humor karena ‘cinta mendua’ saya pada jagad puisi dan humor sekaligus. Ulah saya ini tentu menimbang betul aspek harmoni, adil, merata tanpa mencederai, sang puisi maupun si humor. Maka apa salahnya bila kedua unsur itu saya gabungkan jadi satu," jelas Herry Gendut tentang karya terbarunya itu.

Pada halaman awal bukunya, Herry pun mempersembahkan bukunya ini bagi siapa saja yang ingin terhibur. “Untuk para humoris di front, wilayah, dan bidang mereka masing-masing di seluruh pelosok negeri ini, yang terus berkutat untuk menghibur, menyegarkan, dan mewaraskan orang lain,” kata Herry.

Pada acara HGJ’s Night, tampak hadir Arswendo Atmowiloto, Bagito Grup [Miing, Didin, Unang], Mudji Soetrisno, Maman Suherman, Mayong Suryolaksono, dll. Bahkan, Bagito dan Maman Suherman pun didaulat untuk membacakan puisi-puisi Herry Gendut. Acara tambah segar dengan celotehan lucu dari duet pembaca acara Susilo Nugroho dan Rini Widyastuti. 

HGJ’s Night tidak melulu mengobral humor baik lewat puisi yang dibacakan maupun lewat obrolan para tamunya, tetapi juga menyuguhkan pentas musik jazz, yang dikomandoi Dion Janapria. Musisi ini pun merespons karya Herry Gendut dengan menciptakan beberapa lagu, yang terinspirasi dari puisi-puisi humor dalam buku tersebut, antara lain: "Gado-gado Kredo", "Sisiphus", dan "Heart of Glass".

Menyoal keadaan negeri ini, budayawan Radhar Panca Dahana berkomentar cukup menohok dada pada halaman endorsement buku puisi Herry Gendut itu. “Di sinilah kita bisa mengapresiasi Mas Herry Gendut Janarto yang tulen dan tekun dengan humor di tengah hidup yang penuh lawakan gak lucu ini,” kata Radhar. [][teks @firza | foto @firza, Bentara Budaya]