}
The Markplus Conference 2017: Petuah dari Hermawan Kartajaya
News

The Markplus Conference 2017: Petuah dari Hermawan Kartajaya

by Pandu
Fri, 09-Dec-2016

The MarkPlus Conference yang dihelat Markplus Inc. masuk usia ke-11. Tahun ini konferensi pemasaran terbesar di Asia itu mengusung tema “New Realities, New Marketing: New Content, For Indonesian Human, Beyond 3.0”.

Hermawan Kartajaya, sang founder membuka konferensi dengan kelakar, bahwa yang pernah menang Marketeer Of The Year, berpeluang menjadi menteri. Misalnya Menteri Pariwisata, Arief Yahya, Marketeer tahun 2013. Jika menang dua kali lebih berpeluang jadi Presiden, seperti Joko Widodo tahun 2010 dan 2012.

Pria 69 tahun yang dianggap sebagai Suhu Marketing di Indonesia itu menyebut jika dunia marketing harus siap menghadapi kenyataan baru tahun 2017. “Soal ‘need and want’ itu gampang dibaca. Tapi ‘anxiety and desire’ itu jauh lebih dalam,” paparnya.

Menurutnya, glocal adalah kunci bagi sebuah produsen untuk bisa bertahan. Lalu setia walau situasi baik atau buruk. Seperti Jepang yang setia berjualan mobil dan motor di Indonesia, sampai menciptakan produk khusus untuk pasar di sini. Bahkan meledak hingga pasar ASEAN.

“Jika kau [marketeer] tidak paham manusia, maka kau tidak akan paham pasar,” terang Hermawan Kartajaya.

Untuk bisa menyambut 2017 dengan gemilang, Hermawan Kartajaya memberi nasehat jika tiga kekuatan harus dipadukan, antara Islam, Barat, dan Tiongkok. Ia percaya perpaduan itu akan melahirkan entrepreneurs yang tangguh, creativity yang canggih, dan produktivitas yang tinggi.

Sebagai penutup, Hermawan berujar kondisi terakhir kacau akibat sosial media. Tapi percayalah, setelah Pilkada siapa pun yang menang, kita akan lebih bersatu. “Wong ini Indonesia kok,” tutupnya. [][teks & foto @haabibonta]