}
Inovasi Minyak Goreng dari Mahasiswa Brawijaya
News

Inovasi Minyak Goreng dari Mahasiswa Brawijaya

by Intern 2
Fri, 20-Oct-2017

Indonesia bisa maju dalam riset makanan.

Setidaknya itulah yang dilakukan mahasiswa dari Fakultas Teknologi Industri Pertanian [FTIP] Universitas Brawijaya, yang berhasil mengembangkan inovasi bahan dasar minyak goreng dari ulat. Kok bisa?

Muhammad Ifdhal, bersama timnya Musyaroh, Mushab, dan Anik Haryanti, yang tergabung dalam tim "BiteBack" berhasil menciptakan terobosan baru dalam dunia makanan. Seperti yang kita ketahui, bahan minyak goreng biasanya terbuat dari buah sawit, zaitun, atau minyak wijen. Namun, tim dari mahasiswa FTIP perguruan tinggi di Malang ini berhasil menciptakan bahan dasar minyak goreng dengan ulat Jerman yang dikembangkan dari kumbang mealworm. Tak hanya itu, ulat yang mereka teliti ternyata mengandung zat besi, omega-3, dan omega-6 yang cocok untuk penderita anemia. Luar biasa bukan?

Atas karyanya ini, tim "BiteBack berhasil menduduki posisi runner up di ajang kompetisi pangan dunia Thought For Food yang berlangsung di Zurich, Swiss pada 1-2 April 2016. Bahkan kabarnya, sudah banyak perusahaan di Eropa yang siap membeli minyak dari ulat Jerman yang dikembangkan Ifdhal dan rekannya.

Musyaroh, tim dari "BiteBack" mengatakan minyak goreng dari ulat ini akan menjadi solusi alternatif dari minyak berbahan kelapa sawit, yang sering dituduh sebagai penyebab kebakaran hutan, pembabatan hutan lindung, dan ongkos produksi kelapa sawit yang tentu saja sangat mahal. [][teks @apra_manuela l foto jitunews.com, goodnewsfromindonesia.id]