}
Reyog Jazz Ponorogo 2017: Tontonan Jazz Dunia di Alam Terbuka
News

Reyog Jazz Ponorogo 2017: Tontonan Jazz Dunia di Alam Terbuka

by Yogira
Thu, 19-Oct-2017

Bagaimana kalau musik jazz menyatu dengan kesenian reyog dan dipentaskan di alam terbuka? Tentu saja ini jadi tontonan yang unik. Dan hanya ada di Reyog Jazz Ponorogo 2017 pada 20-22 Oktober 2017.

Pentas jazz yang berlokasi di Telaga Ngebel itu terselenggara berkat kerjasama Pemkab Ponorogo dengan Wartajazz. Keduanya berkolaborasi sebagai bentuk kepedulian terhadap musik jazz sekaligus kebudayaan di Ponorogo. Pentas ini gratis. Siapa pun bisa menontonnya dengan latar alam Telaga Ngebel.

“Ini pertama kalinya di Nusantara. Jazz di telaga dipresentasikan bersama dengan keunikan reyog dan musisi pendukungnya,” kata Agus Setiawan Basuni, Founder sekaligus Festival Director, dan juga Managing Director Wartajazz.

Sementara itu, menurut Bupati Ponorogo, Ipong Mucholissoni, Reyog Jazz Ponorogo merupakan ikhtiar memperkenalkan Ponorogo lewat keelokan jazz berpadu dengan keindahan telaga di atas bukit.



“Ponorogo memiliki kekayaan budaya sangat eksotis. Jazz dan reog bisa ditonton di di Telaga Ngebel dengan suasana romantis,” jelas Ipong, ketika ditemui di Jakarta [17/10].

Selain tampil para musisi dari Ponorogo dari sejumlah komunitas jazz di Ponorogo, acara ini pun kian meriah dengan jazzer tanah air, seperti: Tompi, Bintang Indrianto, Udin Jazz Peacocks feat Adi Darmawan [bass]. Sedangkan jazzer luar negeri yang akan tampil, antara lain: Diana Liu [Malaysia], Electrid Duo: Tarana [Amerika], Jean Sebastien [Prancis].

Mereka akan berbagi panggung dengan seniman tradisi dari Ponorogo, khususnya yang membawakan seni reyog. [][teks @yogirudiat | foto @wartajazz, @yogirudiat]