}
Cap Go Meh dari Masa ke Masa
News

Cap Go Meh dari Masa ke Masa

by Intern
Tue, 06-Mar-2018

Cap Go Meh melambangkan hari ke-15. Istilah ini berasal dari dialek Hokkien dan secara harafiah berarti hari kelima belas dari bulan pertama. 

Perayaan ini dirayakan dengan jamuan besar dan berbagai kegiatan. Perayaan Cap Go Meh di Taiwan dimeriahkan dengan festival lampion, sedangkan di Asia Tenggara ia dikenal sebagai hari Valentine Tionghoa. Beda pula di Malaysia, dirayakan dengan cara wanita-wanita yang belum menikah berkumpul bersama dan melemparkan jeruk ke dalam laut sebagai salah satu acara adat.

Upacara ini dilakukan pada malam hari, untuk itu perlu disiapkan penerangan dengan lampu-lampu lampion yang dipasang sejak sore hari hingga keesokan harinya. Inilah yang kemudian menjadi lampion-lampion dan aneka lampu berwarna-warni yang menjadi pelengkap utama dalam perayaan Cap Go Meh.

Perayaan Festival Cap Go Meh di Indonesia sangat bervariasi. Perayaan ini biasanya dilakukan di klenteng-klenteng atau vihara dengan melakukan kirab atau turun ke jalan raya sambil menggotong ramai-ramai Kio/usungan yang di dalamnya diletakkan arca para Dewa.

Cap Go Meh mulai dirayakan di Indonesia sejak awal abad ke-16 yaitu sejak komunitas Tionghoa Buitenzorg memiliki Klenteng Hok Tek Bio. 

Pada tahun 1954, Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno mengundang arak-arakan Tapekong dan Ceng Ge ke Istana Bogor untuk menghibur presiden dan tamu negara. Pada masa itulah Cap Go Meh mengalami kejayaan.

Tahun 2008, merupakan tahun bersejarah bagi gelaran Cap Go Meh di Bogor. Untuk pertama kalinya gagasan street festival muncul dan event Cap Gomeh menjadi festival di Kota Bogor. 

Pada Tahun 2014, Cap Go Meh mengangkat kebudayaan Nusantara yang ditampilkan dalam pawai budaya. Kesuksesan dari tahun 2014 ini menjadikan Cap Go Meh menjadi agenda nasional.

Cap Go Meh pada 2016 diselenggarakan dengan festival drum band, lalu festival busana dari komunitas Bogor + Sahabat [Bobats]. Di daerah lain, perayaan Cap Go Meh 2017 diisi dengan berbagai festival, salah satu yang paling meriah ada Festival Cap Go Meh 2017 di Singkawang.

Pada tahun ini, perayaan Cap Go Meh 2018 yang dimeriahkan sedikitnya 2.000 peserta digelar di Glodok, Jakarta Barat, pada 4 Maret 2018. Peserta karnaval berasal dari beragam latar belakang komunitas, profesi, suku, adat, dan agama. [][teks @syahrima | foto berbagai sumber]