}
Powerbank Berdaya Besar Dilarang Masuk Pesawat
News

Powerbank Berdaya Besar Dilarang Masuk Pesawat

by Intern 2
Fri, 16-Mar-2018

Commuters, baru-baru ini terjadi ledakan yang mengakibatkan kebakaran saat penerbangan suatu maskapai di China. Penyebab ledakan itu ternyata berasal dari powerbank, yang tersimpan dalam tas jinjing milik penumpang, dan diletakkan di bagasi kabin dalam.

Lalu ada juga beberapa kasus di luar negeri yang memperlihatkan bahayanya membawa powebank di dalam pesawat. Dengan adanya beberapa pemberitaan ini, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan [Kemenhub] Republik Indonesia, Agus Santoso, langsung merespons kasus itu dengan menerbitkan surat edaran keselamatan terkait ketentuan membawa powerbank dan baterai lithium cadangan di pesawat.  

Surat edaran yang ditetapkan pada Jumat [09/03] ini, ditujukan pada maskapai dalam dan luar negeri yang terbang dari Indonesia atau menuju wilayah Indonesia. Tujuannya untuk menghimbau seluruh maskapai penerbangan serta petugas bandara agar lebih memperketat segala hal terkait regulasi pembawaan powerbank ke atas pesawat.

Untuk aturan powerbank, yang mengacu kepada regulasi yang dikeluarkan International Air Transport Association [IATA], powerbank dengan kapasitas kurang dari 100 Wh masih boleh dibawa, tetapi harus ditempatkan pada bagasi kabin dan dilarang untuk digunakan. Lalu powerbank berkapasitas 100-160 Wh tetap bisa dibawa penumpang tetapi dengan pertimbangan khusus dari maskapai penerbangan. Sedangkan  powerbank berkapasitas di atas 160 Wh tidak akan mendapat izin walau dengan cara apa pun untuk dibawa dalam penerbangan. Aturan ini bukan tanpa sebab. Dari beberapa penelitian menyebutkan bahwa powerbank atau baterai litihium yang mempunyai daya besar, gampang meledak jika berada di dalam suatu suhu ruangan yang kedap udara, yang otomatis membahayakan suatu penerbangan.

Commuters yang masih bingung, apakah powerbank kalian masuk ke dalam kategori yang diperbolehkan atau tidak, begini kira-kira cara mengetahuinya. Apabila hanya diketahui miliampere [mAh], untuk mendapatkan ampere-hour [Ah] harus dibagi 1.000. Contohnya; jika jumlah voltase 5 V dan jumlah kapasitas 6000 mAh,  jumlah daya per jam adalah 6000 mAh : 1000 = 6 Ah. Sedangkan daya per jamnya adalah 5 V x 6 Ah = 30 Wh sehingga masih boleh dibawa dalam penerbangan. [][teks @ga_angga | foto berbagai sumber]