}
Memajukan Film Pendek Indonesia Bersama Viddsee dan BPI
News

Memajukan Film Pendek Indonesia Bersama Viddsee dan BPI

by Intern
Mon, 19-Mar-2018

Platform hiburan daring Viddsee menandatangani Memorandum of Understanding [MoU] atau nota kesepahaman dengan Badan Perfiman Indonesia [BPI] untuk mempromosikan film-film pendek Indonesia kepada penonton internasional.

CEO Viddsee Ho Jia Jian menandatangani nota kesepahaman bersama dengan Wakil Ketua Umum BPI, Dewi Umaya. Melalui MoU ini, Viddsee akan mempromosikan film pendek Indonesia melalui saluran global dan kegiatan online dan offline, serta diakui sebagai mitra resmi BPI melalui jaringan domestik dan internasional.

Viddsee memiliki koleksi perpustakaan film pendek Indonesia yang terus berkembang di semua genre. Beberpa film Indonesia seperti Grave Torture oleh Joko Anwar, Sekolah Kami, Hidup Kami oleh Steve Pillar Setiabudi, Payung Merah oleh Andri Cung, dan Julian Day oleh Gianni Fajri sangat disukai oleh penonton lokal dan internasional.

“Kami merasa terhormat dengan dukungan dari Badan Perfilman Indonesia dan sangat antusias dengan program Viddsee Juree di Indonesia. Cerita yang kaya dan beragam dari komunitas pembuat konten Indonesia sangat dihargai di platform kami, dan kami berharap dapat tumbuh bersama dengan para pencerita berbakat ini, dan akhirnya membuat konten bersama-sama,” ungkap Ho Jia Jian.

Program Viddsee Juree Award bertujuan untuk menjembatani produksi dan distribusi film digital dengan bekerjasama dengan komunitas film lokal. Tiga negara yang menjadi tuan rumah untuk Viddsee Juree di tahun 2018 adalah Indonesia, Filipina, dan Singapura.

Dua pemenang Gold dan Silver Viddsee Juree Award Indonesia 2018 akan mendapatkan hadiah berupa dana produksi sebesar Rp 40 juta dan Rp 20 juta untuk pembuatan film pendek selanjutnya.

Berkenaan dengan Hari Film Nasional pada 30 Maret, LINIKINI bersama Pintoo.ID juga memberikan program terbaru yang akan menemani Commuters setiap harinya. CineTrain hadir di layar MacroAd LINIKINI dengan menayangkan film-film pendek dengan cerita segar.

"Program ini akan kami usahakan berjalan sepanjang tahun 2018. LINIKINI melihat kesempatan besar untuk membantu mempromosikan film-film pendek Indonesia ke khalayak lebih luas dari yang selama ini sudah dilakukan para pegiat komunitas film di Indonesia. Banyak film pendek Indonesia sudah memenangkan penghargaan taraf internasional," ungkap Hagi Hagoromo, Editor in Chief MacroAd LINIKINI.

"Kini dengan kerja sama MacroAd LINIKINI, kesempatan kami untuk menghadirkan film Indonesia, utamanya film pendek, semakin terbuka. Tentu saja ini sesuai apa yang kami targetkan sejak awal,” jelas Sarah Debby, Managing Director Pintoo ID.

Program CineTrain diputar setiap malam dan sepanjang bulan Maret film Gugat Pegat, Kitorang Basudara, Palak, Lemantun, Baju Bola, Balik Jakarta, Tani Maju; Berdikari, Errorist of Seasons, Sasi Takon, Sepatu Baru, akan menemani penumpang mulai pukul 20:00.

Commuters, pastikan kalian menonton film-film pendek terbaik di program CineTrain yaa. [][teks @syahrima | foto Badan Perfilman Indonesia]