}
Demo-Demo Terbesar di Dunia
News

Demo-Demo Terbesar di Dunia

by Intern 2
Wed, 02-May-2018

Sangat mengejutkan ketika mengetahui fakta tentang beberapa demo-demo, atau suatu gerakan untuk melakukan unjuk rasa yang terjadi, dan dinyatakan menjadi yang terbesar dan terparah di dunia. Walau tidak semua unjuk rasa berakhir ricuh, tetapi seringkali akan berujung dengan keributan.

Unjuk rasa pada dasarnya adalah cara orang-orang menentang sesuatu. Para pengunjuk rasa menuntut perubahan untuk dilakukan sesegera mungkin, dan itulah alasan mereka untuk tidak ragu-ragu melakukan hal apapun hingga terkadang menimbulkan bentrokan atau kericuhan dengan aparat keamanan.

Di dunia sudah banyak sekali terjadi unjuk rasa yang menimbulkan kerusuhan, dengan keterlibatan masa yang begitu banyak hingga gencatan senjata pun terjadi. tetapi jika diperhatikan demo-demo inilah yang membuat suatu perubahan yang dirasakan hingga saat ini, dan berikut beberapa demo yang di nyatakan terbesar dalam sejarah dunia.

1. Women’s Sunday [21 June 1908], London


Yang pertama datang dari London, unjuk rasa yang terjadi pada 1908 ini, diinisiasi para perempuan unjuk rasa perempuan ini dinyatakan yang pertama dan terbesar di 1908. Harian Times melaporkan bahwa ada 750.000 pendemo turun ke jalan. Mereka menuntut hak pilih untuk perempuan pada saat itu, sampai pada akhirnya 10 tahun kemudian tuntutan para demonstran ini bisa di wujudkan, Perempuan benar-benar mendapat hak pilih di Inggris pada tahun 1928.

2. Breaking British Rule [17 March 1919], Cairo

Unjuk rasa ini merupakan suatu tanggapan masyarakat Mesir akan penangkapan beberapa pemimpinnya. Lebih dari 10.000 lapisan masyarakat Mesir berangkat menuju ke Alazhar di Kairo dan melakukan long march ke Istana Abidin. Pergerakan ini terus memperlihatkan aksi-aksinya seperti mogok kerja massal dan demonstrasi besar-besaran setiap harinya di Mesir.

3. Demo Kerusuhan 1998 [13 Mei-15 Mei 1998], Indonesia

Gerakan ini mendapatkan momentumnya ketika Indonesia diterpa krisis moneter pada 1997. Kondisi ini menyebabkan melambungnya harga bahan pokok dan daya beli masyarakat berkurang membuat aksi ini mendapatkan simpati dari khalayak luas. Mundurnya Presiden Soeharto menjadi agenda utama gerakan ini. Aksi massa 1998 juga ditandai dengan terjadinya beberapa peristiwa berdarah, yakni: Tragedi Trisaksi dan Tragedi Semanggi I dan II.

4. Protes Brasil, [2013], Brasil

Aksi protes ini diprakarsai Movimento Passe Livre, sebuah organisasi lokal advokasi untuk transportasi umum. Protes ini diawali dengan berbagai jenis kenaikan harga transportasi umum seperti bus, kereta api, dan metro mini di seluruh kota di Brazil. 

Di tengah aksi protes, mereka juga menambahkan beberapa isu seperti kebrutalan polisi. Ini merupakan protes terbesar kedua yang dilakukan warga Brazil. Terakhir, mereka melakukannya pada 1992 dengan hasil mundurnya Presiden Fernando Collor de Mello dari kursi presiden. 

5. Arab Spring [18 Desember 2010], Arab

Warga Arab Saudi memprotes segala jenis pemberontakaan dengan kekerasaan dan tanpa kekerasaan serta perang sipil antara warga di seluruh negara Arab. Mereka protes tentang tata cara pemerintahan masing-masing terhadap sistem ekonomi, politik, sosial, dan pendidikan. Aksi semacam ini bahkan sudah sering terjadi di area Timur Tengah. Seperti di Tunisia, Mesir [dua kali)], Libya, dan Yaman. Melihat aksi protes ini banyak pengamat yang membandingkannya dengan Revolusi 1989 atau yang dikenal dengan ‘Autumn of Nations” yang melanda Eropa Timur. [][teks @ga_angga | foto berbagai sumber]