}
QuranID Rayakan Kemenangan Bersama Komunitas Tuli
News

QuranID Rayakan Kemenangan Bersama Komunitas Tuli

by Intern 2
Fri, 08-Jun-2018

Menyambut Idul Fitri 1439 H, Quran Indonesia [QuranID] Project memproduksi sebuah lagu dan dua videoklip Takbir Hari Raya bertitel “Cahaya Dalam Sunyi”, yang melibatkan komunitas tuli dan 33 musisi Indonesia, di antaranya Afgan, Andien, Armand Maulanda, Dewi Sandra, Dira Sugandi, Hedi Yunus, HIVI!, Raisa, Tulus, Yura Yunita, dan masih banyak lagi.

“Jarang-jarang ya kita ngumpul, dan semuanya akhirnya bisa bergabung dalam satu project ini dan lagunya menurut aku indah sekali,” ujar Gita Gutawa.

QuranID Project melibatkan komunitas tuli dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kebutuhan komunitas tuli untuk mendapat akses informasi agama Islam yang inklusif.

Lagu “Cahaya Dalam Sunyi” diproduseri Archie Wirija, Rilla Lusiana, dan Ifa Fachir.

Produksi lagu ini pun didukung penuh oleh Indra Aziz sebagai penata vokal dan Barry Maheswara beserta AMP House of Music sebagai produser pendamping.

Videoklip pertama dengan konsep teatrikal yang diekspresikan beberapa komunitas tuli, salah satunya adalah The Little Hijabi Homeschooling yang dipimpin educator tuli, Bunda Galuh Sukmara, serta aktivis tuli Surya Sahetapy.

Videoklip pertama berlokasi di Ciputra Artpreneur Theater. Sementara itu videoklip kedua, ke-33 musisi Indonesia yang berkontribusi dalam lagu ini memeragakan bahasa isyarat dari lirik yang dinyanyikan bertujuan mensosialisasikan budaya komunitas tuli.

Di tahun keempatnya, QuranID Project mengusubf tema #QuranIDprojectIsyarat, dengan lagu ini ingin melibatkan komunitas tuli yang seringkali merasa sunyi di tengah riuhnya tabuhan bedug pada malam takbiran.

Walaupun bahagia dapat berpuasa 30 hari penuh, tak jarang teman-teman tuli merasa kesepian di antara percakapan orang-orang dengar saat momen silaturahim kumpul keluarga di hari Lebaran.

Hal ini digambarkan oleh lirik dan videoklip lagu tersebut yang menyuarakan hati teman tuli mengenai perasaannya di hari Lebaran.

“Bahasa isyarat itu bukan cuma sekadar tangannya doang, tapi juga ekspresinya, juga hatinya, juga rasanya,” tutur Raisa.

Lagu dan videoklip ini diharapkan dapat menjadi penggerak bagi masyarakat agar lebih peduli untuk belajar berkomunikasi dengan teman tuli melalui bahasa isyarat dan mulai membuka akses agama, seperti menyediakan juru bahasa isyarat pada ceramah di masjid, atau teks di video kajian Islam.

Lagu “Cahaya Dalam Sunyi” dapat diakses di QuranIndonesia dan dinikmati melalui Spotify, iTunes, JOOX, Deezer, dan Apple Music.

Seluruh hasil dari proyek kolaborasi ini akan disalurkan untuk program edukasi #CahayaDalamSunyi. [][teks & foto @yolabonnita]