}
'Got No Choice' di Akhir Pekan
News

'Got No Choice' di Akhir Pekan

by Pohan
Thu, 04-Jun-2015

Sejumlah band, record store, record label, dan merchandise distribution dari skena hardcore punk/alternatif berkumpul pada acara Got No Choice,di Rossi Musik, Fatmawati, Jakarta, [30 & 31 Mei 2015].

Acara do it yourself alias DIY ini menampilkan band-band dari Jakarta dan berbagai daerah/kota di Indonesia bahkan Malaysia, seperti: Hell On Fire, Seized, Pissed Off!, Grave Dancers, Trendy Reject, Oath, Milisi Kecoa, Wicked Suffer, Peace Or Anihillattion, Hellowar, Zudas Krust, Unrest, Inquiry Last Scenery, Satellite, Heuristik, dan masih banyak lagi.

Salah satu teman record store, Ian Pitahitam Records yang membuka lapak  di Got No Choice sangat antusias. Ia berpendapat bahwa akar tunjang yang menyamakan dirinya dengan kata kolektif dalam skena punk itu sudah terbentuk sejak awal.

"Jadi, kita cuma kembali mengimplementasikan saja. Buat gue itu keniscayaan. Kayak lo harus nurut sama Pancasila tapi lo cuma jadi bulu ketek burung Garuda, metaforanya seperti itu menurut gue," kata Ian.

Menurut pandangan Ian, acara ini tidak akan terwujud tanpa kekompakan bahwa kata kolektif yang teramat konservatif baginya kembali menemukan esensinya sendiri.

"Seluruh materi yang terkumpul untuk membuat acara ini memang dilakukan secara kolektif," ungkapnya.

Selain band, Got No Choice juga memamerkan karya-karya visual dari nama-nama yang tidak asing lagi dalam skena hardcore punk/underground yaitu: Abud Maud, Dani Tremor, Yudha, Oik Wasfuk, Adrian Bima, Ebel, dan Gunawan.

Beberapa record store dan record label ikut meramaikan acara dengan merilis kaset khusus di hari H. Mereka adalah Anarkopop Records, Milisi Distortion, dan lainnya. Panitia acara sangat berharap, Got No Choice bisa rutin diadakan setiap tahunnya. [][teks & foto @pohanpow]