}
Belanda Larang Mengenakan Penutup Wajah di Ruang Publik
News

Belanda Larang Mengenakan Penutup Wajah di Ruang Publik

by Intern
Tue, 03-Jul-2018

Belanda menjadi negara paling baru di Eropa yang mengumumkan tentang larangan mengenakan penutup wajah di beberapa ruang publik pada Selasa, [26/06]. Dewan Parlemen Belanda mengesahkan undang-undang yang mengatur tentang larangan menggunakan penutup wajah, termasuk burka dan niqab.

Dilansir dari CNN, peraturan tersebut berlaku bagi siapa saja yang mengenakan penutup wajah di tempat-tempat umum seperti sekolah, rumah sakit, transportasi umum, dan gedung pemerintahan. Namun, peraturan tersebut tidak berlaku di jalan umum.

Larangan baru tersebut berlaku untuk semua pakaian yang dapat menutup wajah, seperti helm dan masker untuk ski. Bagi perempuan yang mengenakan hijab tidak perlu kuatir. Pasalnya, tidak ada larangan untuk perempuan berhijab karena wajah yang masih bisa terlihat.

Niqab dan burka juga menjadi penutup wajah yang dilarang pemerintah Belanda. Niqab adalah sebuah pakaian yang penutup kepala dan wajah yang hanya memiliki bagian terbuka di bagian mata. Sama dengan niqab, burka berfungsi untuk menutup kepala dan wajah. Hal yang membedakan adalah adanya jaring di bagian mata. Jaring ini membuat pemakainya dapat melihat, namun mata mereka tetap tertutupi dari orang lain yang melihatnya.

“Undang-undang tersebut disahkan berdasarkan hasil voting 35 hingga 40 majelis Dewan Parlemen Belanda,” ujar Gert Riphagen, Public Relation Officer Majelis Tinggi Dewan Parlemen Belanda.

Riphagen memperkirakan, terdapat sekitar 200 hingga 400 orang yang mengenakan niqab dari sekitar 17 juta penduduk di Belanda. Annelis Moors, Profesor Antropologi dan Sosiologi Universitas Amsterdam mengungkapkan peraturan tersebut dapat mengahalangi beberapa perempuan untuk masuk ke ruang publik, termasuk sekolah. Beberapa negara seperti Prancis, Belgia, Jerman, dan Swiss juga memiliki peraturan serupa. [][teks @amuspitasari | foto @CNN & gambarhiu.com]