}
Rafa Jafar Terbitkan Buku Sampah Baterai
News

Rafa Jafar Terbitkan Buku Sampah Baterai

by Intern
Tue, 10-Jul-2018

Commuters, punya barang-barang elektornik bekas tapi bingung mau dibuang ke mana? Eits, jangan dibuang sembarangan lho. Ternyata barang-barang elektronik rusak seperti baterai, ponsel, lampu bohlam, televisi, dan sebagainya termasuk dalam kategori sampah elektronik atau e-waste [electronic waste] yang tidak boleh dibuang sembarangan.

Sampah elektronik atau e-waste merupakan peralatan elektornik yang sudah tidak dapat digunakan dan menjadi barang bekas. Jumlah e-waste semakin meingkat setiap tahunnya. Dikutip dari artikel Electronics Take Back Coalition milik PBB, terdapat 20 sampai 50 juta metrik ton e-waste pada tahun 2016.

Namun, Commuters tak perlu kuatir dan bingung saat harus membuang sampah elektornik. Pasalnya, saat ini tersedia layanan daur ulang sampah itu. Salah satu penggagas kampanye peduli sampah elektronik adalah Rafa Jafar. Remaja yang akrab disapa RJ itu membuat gerakan peduli sampah elektornik bernama E-Waste Drop Zone. Commuters bisa beramai-ramai mengumpulkan sampah elektornik melalui E-Waste Drop Zone untuk didaur-ulang.

“Awalnya bikin sama Mama, kemudian berkembang menjadi organisasi. E-Waste Drop Zone menjadi wadah bagi orang-orang untuk membuang sampah elektornik,” ujar RJ saat ditemui pada acara peluncuran buku Sampah Baterai, Rabu [4/7].

Cara lain yang dilakukan RJ untuk mengampanyekan peduli sampah elektornik adalah melalui buku. Siswa SMA Taruna Nusantara itu baru saja meluncurkan buku Sampah Baterai. Ini merupakan buku kedua yang pernah ditulis RJ setelah E-Waste di tahun 2011. Dalam bukunya, RJ mengulas tentang bahaya racun baterai, cara pengolahan baterai bekas yang tepat, dan tips untuk mengurangi sampah elektronik termasuk baterai.

Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia [Kowani] Giwo Rubianto sangat mendukung kegiatan yang dilakukan RJ. Ia berharap, RJ bisa menjadi panutan bagi teman-temannya.

“Kowani sangat mendukung karya anak bangsa yang kreatif. RJ bisa jadi role model dan panutan bagi teman-temannya,” ujar Giwo.

Dalam peluncuran buku tersebut, turut hadir Tenaga Ahli Menteri Bidang Kebijakan Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Kementrian Lingkungan Hidup Tuti Hendrawati, serta Sonia dari Yayasan Bali Fokus.

“Saya sangat mengapresiasi RJ membuat gerakan membuang sampah elektronik dan buku yang dapat mengedukasi anak-anak lain,” ujar Tuti. [][teks & foto @amuspitasari]