}
10 Skandal Paling Mengejutkan di  FIFA
News

10 Skandal Paling Mengejutkan di FIFA

by Yogira
Wed, 10-Jun-2015

Penggemar sepakbola tanah air pantas saja kecewa kepada PSSI dan FIFA terkait pembekuan kompetisi liga sepakbola di Indonesia. Pasalnya, ada beberapa dugaan, bahkan fakta yang menguak bahwa kedua lembaga itu masing-masing ‘terjerumus’ pada beberapa skandal, terutama FIFA, yang baru-baru ini mengejutkan pencinta sepakbola dunia.  

Tak pelak, sepakbola adalah olahraga paling populer di planet ini. Di setiap negara, banyak orang memainkannya. Sepakbola  dianggap permainan yang indah. Siapapun bisa melihat aksi dan gol Lionel Messi atau gol spektakuler Zlatan Ibrahimovic.  

Namun sayang, di balik keindahan sepakbola, justru ternoda dengan beberapa skandal penyelengggaranya, yakni The Federation Internationale de Football Association atau kita kenal dengan nama FIFA.

Baru-baru ini, Presiden FIFA, Joseph 'Sepp' Blatter kembali  menang dalam pemilihan presiden FIFA. Kecurigaan timbul karena pemenangnya ya orang-orangnya itu-itu saja. Karena ada tekanan dari masyarakat pencinta sepakbola, Blatter memilih mundur dan penggantinya kemungkinan besar adalah Pangeran Yordania, Ali bin Husein.

Tak hanya itu, FIFA pun dirundung masalah dugaan suap terkait hasil penyelidikan tim investigasi Amerika dan Inggris. Beberapa eksekutif FIFA diduga terlibat dalam skandal ini. Belum lagi masalah rasis sepakbola yang tak kunjung tuntas, juga maraknya peredaran minuman beralkohol di beberapa stadion di Brasil dalam Piala Dunia 2014.

Itu baru sebagian contoh skandal yang terjadi baru-baru ini. Masih ada beberapa skandal lain di FIFA, yang dianggap luar biasa sepanjang masa. Berikut adalah 10 skandal paling mengejutkan di FIFA.  

10. Skandal Korupsi Tahun 2015 

Baru-baru ini, setidaknya 14 anggota Komite Eksekutif FIFA ditangkap di Zurich, Jerman karena diduga kuat terlibat dalam pencucian uang, juga jaringan penipuan dengan menyalahgunakan pengaruh posisi mereka di FIFA. Kabarnya, mereka menyelewengkan miliaran dolar Amerika dari anggaran pemilihan lokasi turnamen sepakbola, sponsor pakaian dan penyelenggaraan pemilihan presiden FIFA.

9. Issa Hayatou

Pada tahun 1900-an, petinggi FIFA asal Kamerun, Issa Hayatou berkuasa dalam menangani penentuan jaringan siaran Piala Dunia. Dia menerima suap 100.000 Franc Prancis dari perusahaan bernama ISL, yang ingin mendapatkan hak siar Piala Dunia. Selain itu, Hayatou pun diduga mendapatkan suap USD 1,5 juta untuk memuluskan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

8. Jack Warner

Presiden CONCACAF sekaligus mantan Wakil Presiden FIFA ini diduga berkali-kali berbuat pelanggaran. Yang paling heboh adalah ketika dia memanfaatkan bisnis keluarganya untuk menjual tiket Piala Dunia 2002 di Jepang dan Korea. Karena kasus ini, banyak calon penonton Piala Dunia yang dirugikan karena penjualan tiket tidak menyebar secara semestinya. Jack Warner terlibat juga kasus suap uang tunai dan hadiah terkait dukungan terhadap Rusia sebagai calon tuan rumah Piala Dunia 2018.

7. Chuck Blazer

Selain Jack Warner, petinggi FIFA asal Amerika, Chuck Blazer memanfaatkan posisinya sebagai eksekutif di CONCACAF dengan menyelewengkan uang lembaga tersebut untuk bisnis pribadinya. Karena kasus ini, Blazer dijuluki "Mr. 10 Percent".

6. Reynald Temarii, Amos Adamu dan Mohamed bin Hammam

Buntut dari skandal suara pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2022, yang akhirnya jatuh pada Qatar, dua anggota eksekutif FIFA, Reyland Temarii dan Amos Adamu dilarang berpartisipasi dalam keputusan FIFA. Setelah itu, terungkap juga bahwa anggota eksekutif FIFA lainnya, Mohamed bin Hammam mendanai pemenangan Qatar agar jadi tuan rumah Piala Dunia 2022.  Padahal untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia tersebut, Australia pun berpeluang besar kalau tidak ada skandal ini.

5. Rasisme dalam Sepakbola

Isu rasisme dalam sepakbola internasional, terutama di Eropa kerapkali mencederai sportivitas dan fair play pertandingan sepakbola. FIFA selalu mengklaim akan mengambil tindakan tegas atas masalah ini. Namun, anehnya, FiFA menolak untuk melembagakan dan menegakan aturan yang seragam di semua liga domestik dan turnamen internasional. Ada apa ya?

4. Penjualan Bir Budweiser pada Piala Dunia Brasil 2014 

Maraknya penjualan dan konsumsi minuman beralkohol di beberapa stadion sepakbola di Brasil menimbulkan tindak kekerasan dan kejahatan di sekitar stadion. Ini yang jadi alasan pejabat berwenang di Brasil melarang penjualan minuman beralkohol di stadion sepakbola. Namun ironisnya, pada Piala Dunia 214, FIFA justru ‘membolehkan’ minuman beralkohol dijual karena  Budweiser jadi sponsor utama perhelatan Piala Dunia tersebut.  

3. Terpilihnya Rusia Sebagai Tuan Rumah Piala Dunia 2018