}
News

SBY Punya Naluri Pembunuh

by Pohan
Thu, 25-Jun-2015

Band thrash metal asal Jakarta, Social Black Yelling [SBY] merilis single teranyar "Ilusi Layar Mistik" pada Selasa [23/6] melalui tayangan video lirik di YouTube. Tidak hanya dalam bentuk visual, lagu juga bisa didengarkan lewat SoundCloud PlayLoud Records, label tempat pendistribusian album baru mereka soundcloud.com/playloud-records/social-black-yelling-ilusi-layar-mistik.

Dengan formasi baru, kini SBY beranggotakan: Valy Aryun [gitar], Dani Bucay [vokal], Boni Gans [gitar], dan Nevvy Ocha [drum]. Untuk posisi bass, mereka dibantu Kiki sebagai additional. Kiki hadir setelah proses rekaman album baru selesai.

Album baru SBY diberi nama Naluri Pembunuh yang rencananya bakal dirilis pada tanggal 1 Agustus 2015. Album keduanya ini berisikan total 10 lagu, 7 lagu dengan lirik bahasa Indonesia, dan sisanya Inggris, yang dikemas dalam format CD.

Bukan tanpa hambatan, perjalanan Naluri Pembunuh memakan waktu kurang lebih 2 tahun. SBY mulai bikin materi dan lagu sekitar tahun 2013-2014; semester satu 2014 rekaman, semester dua 2014 mixing dan mastering. Kendala satu persatu datang kemudian berlalu perlahan. Tiba di awal tahun 2015 hingga sekarang, akhirnya album masuk tahap pembuatan artwork cover dan packaging album.

Tanpa panjang lebar lagi. Simak langsung wawancara Reporter @pohanpow dengan gitaris Valy seputar single anyar dan Naluri Pembunuh di bawah ini:

Kenapa lagu "Ilusi Layar Mistik" yang dipilih sebagai single pertama album terbaru kalian?
"Karena provokatif dan itu lagu favorit kita buat opening set list di live. Sekalian ditasbihkan aja jadi single pertama. Selain itu kita merasa ada hal-hal baru yang kita mainin disitu, biar seger aja orang liatnya begitu."

Apa hal barunya?
"Ada etude [kebiasaan pola musikal] baru yang berlawanan sama etude lama. Buat kita main musik yang paling susah itu kan melawan etude diri sendiri. Walaupun nggak drastis banget perubahannya, tapi jujur ini riff yang paling susah gue mainin di album. Sampe sekarang aja, gue masih merasa perlu latihan di kamar buat lagu ini."


Bagaimana proses penggarapan album kalian yang terbilang cukup panjang ini?
"Waktu awal garap materi, kondisi band lagi nggak terlalu solid, mungkin agak stagnan, gonta-ganti personel agak terlalu sering, udah kelamaan nggak ada rilisan [sejak 2011]. Oca baru masuk waktu itu, sehabis kita jadi opening band idola [Havok konser di Senayan] jadi lah kita konsen garap materi album baru. Tapi karena lagi nggak solid itu, gue sering banget garap materi berdua Oca aja, dateng ke studio berdua, bikin pre pro berdua, cuma gitar sama drum. Haha satir lah ingat era itu. Sering ketawa ngeliat band lain latihan sampe bawa bawa cabe-cabean, kawan-kawan, dll. Ini kami mah berdua aja terus latihan, garap materi. Materi album jadi sekitar 70%, baru akhirnya band pelan-pelan solid lagi. Sampai akhirnya masuk studio rekaman band pun solid lagi, tapi tetap aja album ini nggak matang dengan latihan ya karena itu tadi, proses garap cuma berdua sama drummer. Akhirnya waktu rekaman pun kita jadi nyari chemistry lagi, kayak berasa band baru lagi, lama nggak manggung, lama nggak latihan full team. Itu sih kendala utama. Sampe akhirnya jadi ngelotok banget di kepala materi album ini, dan jadi lah Naluri Pembunuh."

Apa yang membuat SBY tetap tempur di tengah keadaan yang tidak solid?
"Simpel dan klise sih. Basically, kami seneng ngelakuin hal ini, ngeband, bikin rilisan, manggung, tur, dsb. Karena kita perlu menata hidup di luar ngeband, dan main musik begini nggak bisa jadi sandaran hidup. Kadang itu rawan bikin band jadi nggak solid. Tapi selama sesama personel respect each other dan masih senang di band ini, ya nggak masalah sih. Paling sedikit konsekuensi ya molor waktu itu tadi."

Bagaimana soal pemilihan judul album, Naluri Pembunuh?
"Kita ini anak-anak yang hidup dengan diksi dari berita sepakbola/olahraga dari hari ke hari, dan Naluri Pembunuh, boleh percaya boleh nggak, kita dapetin dari diksi berita sepak bola. Coba aja googling kata itu, nanti yang keluar foto Filippo Inzaghi, Gabriel Batistuta, Arsène Wenger, sampe Manny Pacquiao, wkwkwkw. Tapi setelah gue gali, Naluri Pembunuh itu kata-katanya keras, sangar, lugas, trus simpel, jadi kesannya thrash metal banget. Mirip judul lagu-lagu Kreator, kayak "Enemy of God", atau "Violent Revolution", kan bahasa Inggris simpel cuma kedengaran sangar aja gitu. Trus gue bikin lirik itu pas berita pembunuhan cewek yang pulang dari Java Jazz, dibunuh mantannya, yang masih anak kuliah. Creepy aja orang begitu bisa berdarah dingin ngebunuh trus spik dateng ngelayat, sebelum ketangkep. Kayak nyadarin gue aja, semua orang pada dasarnya ada naluri pembunuh."


Naluri Pembunuh juga jadi judul lagu yang terdapat di album?
"Yap, itu judul lagu di album, dan unik lagi, itu lagu pertama SBY yang nggak pake solo gitar, many new things come."

Bagaimana menurut Valy  soal perkembangan musik thrash metal di Indonesia?
"Makin asik sih, overall, makin banyak rilisan album, tahun ini aja ada 5 yang gue tau termasuk band gue sendiri [Thrashpit, SBY, Divine, Metalicass, Catastrophe], belum yang gue nggak tau. Acara juga kemasan produksi makin asyik dan siap tanding sama subgenre lain. Moga aja scene thrash juga bisa sebesar scene death metal di sini. Konsistensi terus aja untuk lebih membangun scene dan karya, tanpa konsistensi, ini nggak akan jadi apa-apa. Bangga lah dengan karya sendiri, cover song cuma bonus, jangan jadiin itu menu utama, karena kalau jadi menu utama apa bedanya sama band top40 di mal.” [][foto facebook.com/Socialblackyelling]