}
 Vinyl Milik  Naif Ludes Terjual
News

Vinyl Milik Naif Ludes Terjual

by Pohan
Fri, 31-Jul-2015

Unit pop retro Jakarta, Naif menggelar pesta peluncuran vinyl, di 365 Ecobar, Rabu [29/07]. Mereka merilis ulang tiga album sekaligus, yaitu Naif [1998], Jangan Terlalu Naif [2000], dan Titik Cerah [2002] dalam format vinyl bekerja sama dengan demajors.

Dalam pesta ini, ratusan orang mengantre di pelataran 365 Ecobar sebelum penjualan vinyl dibuka pukul 8 malam. Total 1.500 keping vinyl pun ludes baik yang dijual di store demajors maupun via online di website demajors.com. Suatu pemandangan yang indah melihat penikmat rilisan fisik makin bergairah.



Soal antrean yang mengular, David berkomentar, "Syukurlah berarti ada apresiasi lebih aja. Gue sih senang-senang aja meskipun sebenarnya kalau jujur, udah nggak ada hak Naif di sini. Ini kan record label Naif yang dulu, Bulletin Records. Semua masternya di sana. Jadi, demajors kontak langsung ke Bulletin Records. Tapi, gue support banget sama demajors atas usahanya bisa bikin vinyl ini keluar," ujarnya.

Menurut David untuk bisa mendapatkan lisensi dari Bulletin Records bukan perkara mudah. Beberapa pihak yang tertarik untuk merilis album Naif dalam format vinyl tak kunjung terealisasi.

"Pasti demajors kendalanya gede banget. Tapi, kami aja amazed. Wah, gila berhasil juga dia dapat rights-nya untuk rilis ini vinyl. Soalnya kan ini album 1, 2, 3 emang direkam analog jadi emang pas banget dikeluarin secara vinyl," imbuh David.

Alasan demajors  menjalin kerjasama dengan Naif cukup simpel. "Sebetulnya secara kerjaan ataupun secara berpikir, kami hanya memikirkan satu konsep bahwa musik Indonesia adalah yang terbaik. Dan demajors dasarnya sebagai toko piringan hitam sudah pasti berpikir ke arah sana," kata David Karto, pendiri demajors.

Saat meminta izin dengan Bulletin, pihak demajors tidak menemui hambatan serius, "Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar," ujar David lagi.

David Karto menganggap vinyl menjadi sebuah kehidupan di tahun 2015. Ia menyukai tiga album Naif.

"Jadi gini, hal yang paling simpel berbicara mengenai Naif dan bagaimana berbicara tiga album dirilis. Indonesia ini kaya sekali, terlalu panjang untuk didiskusikan mengenai kekayaan Indonesia. Jadi sebuah Naif itu yang sudah melakukan sebuah kehidupan dan kita berpikir bagaimana kehidupan itu berjalan. Itu bukan lagi masalah 1, 2, 3. Tapi dasarnya memang Naif punya kekuatan di album itu [tiga album pertama Naif]. Salah satu yang kami pikirkan bahwa, gila nih album gawat banget emang semuanya," tegasnya.

Tak hanya penjualan vinyl, malam itu acara juga dimeriahkan penampilan band new wave/rock/dance Ibukota, The Kucruts yang tanpa ragu sempat mengkover lagu milik Naif, "Bye Bye Baby".

The Kucruts menutup penampilan dengan lagu "Cinta Waria". Tak lama kemudian duo MC Gilang Gombloh dan Adjis Doaibu memanggil para personel Naif; David, Pepeng, Jarwo, dan Emil maju ke depan. Pertanda akan ada kejutan.

Benar adanya, Naif menyapa para pembeli vinyl serta tamu undangan yang hadir di pesta peluncuran. Mereka membawakan 8 lagu yang diambil dari tiga albumnya itu: “Mobil Balap”, “Piknik 72?, “Johan & Enny”, “Kencan Pertama”, “Selalu”, “Jikalau”, “Dia Adalah Pusaka Setuja Umat Manusia Yang Ada Di Seluruh Dunia”, dan "Aku Rela”.

Menindaklanjuti album terakhirnya Planet Cinta, Naif kini tengah sibuk menggarap karya musik baru dengan konsep 'back to origin' yang bertemakan universal. Pengerjaan albumnya sudah 50%, yang kemungkinan juga bakal beredar dalam format vinyl. [][teks & foto @pohanpow]