}
News

Pertemuan Singkat Adie Unyiel & The BAWOR

by Pohan
Thu, 27-Aug-2015

Kelahiran band baru di Indonesia tentu selalu dinanti untuk memberikan penyegaran bagi penikmat musik, apapun genre-nya. Tanpa menghitung berapa banyak band yang akhirnya 'ditidurkan', setidaknya semangat bermusik masih bisa terus berkembang dari berbagai wilayah bukan hanya di ibukota.

Band asal Purwokerto baru saja lahir pada Juni 2015. Namanya Adie Unyiel & The BAWOR. Trio beranggotakan Adie Unyiel [gitar], Kiki [bass], dan Gondenk [drum] ini dipertemukan Aziz No End, pemilik noendrecords yang langsung sepakat untuk berkarya.

Setelah tiga hari jamming di studio, mereka merilis mini album perdana self-titled di bawah bendera noendrecords yang bekerjasama dengan Demajors Independent Music Industry [DIMI] untuk pendistribusian album. 

Memang terbilang singkat, namun Adie Unyiel dan Kiki bukan orang baru saling kenal. Mereka berteman sejak tahun 2004 dan sempat mengeluarkan satu album dalam sebuah grup pop, bernama Satria yang kiprahnya cuma seumur jagung. Pada tahun 2008, keduanya bersama Satria memutuskan untuk kembali ke kota asalnya Purwokerto dan sibuk bermain dengan grup bentukannya masing-masing.

Sampai akhirnya, Adie Unyiel memilih jalan dengan band Shane dan Kiki bersama band Staccato. Di Staccato inilah, terjalin hubungan antara Kiki dan Gondenk. Walau Gondenk masih terbilang cukup belia dalam kancah musik Purwokerto, drummer muda berbakat ini patut diperhitungkan.

Mini album self-titled Adie Unyiel & The BAWOR berisikan enam lagu di antaranya: “Ramai”, “Pulang”, “Dancing Blues”, “Pesta”, “Penggembala” dan satu lagu yang ditunjuk sebagai single perdana dan video musiknya sudah diunggah melalui kanal YouTube noendrecords TV, berjudul “Terbangun” [klik gambar di atas artikel ini].

Menurut siaran pers yang diterima LINIKINI, rekaman mini album mereka digarap secara live di  Studio Gasebu, tanpa menggunakan overdub. Abdul Aziz Fauzi selaku produser eksekutif dari noendrecords, berpendapat bahwa Adie Unyiel & The BAWOR adalah musisi-musisi berbakat yang layak untuk didukung dalam rangka memunculkan kreativitas bermusik.

Pertemanan Aziz yang terjalin sejak lama dengan Adie Unyiel dan Kiki, menggiring mereka pada tahap koneksi musik yang sepaham.

“Ini adalah angan-angan kami sejak lama, baru sekarang bisa kesampaian. Mungkin takdir memang yang mengatur seperti ini,” ujar Aziz.

[][teks diolah lagi oleh @pohanpow | foto dok. noendrecords]