Fenomena 'Pay Driver' dan Rio Haryanto
Otomotif

Fenomena 'Pay Driver' dan Rio Haryanto

by Dedi
Thu, 25-Feb-2016

Rio Haryanto kini telah resmi mewakili Indonesia dalam ajang jet darat Formula 1 di bawah naungan tim Manor untuk musim balap 2016 ini.

Masuknya Rio ke ajang balap internasional ini tak lepas dari kucuran dana jutaan Euro baik dari pihak internal dan Pertamina sebagai sponsor utama. Rio dilansir memerlukan dana senilai 15 juta euro atau setara Rp. 223 miliar demi mengamankan 1 dari 20 kursi yang tersedia di ajang Formula 1.


Sebenarnya fenomena yang dikenal dengan 'pay driver' s
eperti yang dialami Rio Haryanto ini adalah hal lazim di F1, terlebih buat seorang pembalap pemula.

Pengertian 'pay driver', adalah pebalap yang membayar sebuah tim balap profesional untuk mendapatkan kesempatan berlaga. Diharapkan dengan adanya kesempatan tersebut sang pebalap akan membuka jenjang kariernya di F1 untuk tingkat yang selanjutnya.


Beberapa driver kenamaan F1 seperti Niki Lauda, Michael Schumacher, dan Fernando Alonso juga memulai karier balap mereka sebagai 'pay driver'. Niki Lauda bahkan diketahui meminjam uang dari perusahaan asuransi jiwanya untuk mendapatkan kesempatan memulai balap di Formula 2 dan Formula 1.  
Meraih prestasi di F1 memang membutuhkan dedikasi tinggi, fokus pada tujuan, dana yang tidak sedikit dan mungkin faktor keberuntungan juga.

Tiga kali lagu "Indonesia Raya" berkumandang di podium GP2 di tahun 2015 kemarin berkat prestasi Rio Haryanto. Tak diragukan lagi Rio adalah pebalap terbaik yang dimiliki Indonesia untuk saat ini dan yang paling layak untuk mewakili Indonesia di kancah F1.


Namun jangan harap Rio akan langsung meraih predikat juara dunia untuk musim 2016 ini, persaingan di kancah F1 bukanlah hal yang mudah. Banyak pebalap-pebalap senior dengan pengalaman segudang yang bernaung dii tim-tim papan atas yang akan menjadi saingan berat sedangkan Tim Rio, Manor, adalah tim papan bawah yang kalah jauh dari dari tim Ferrari atau tim Merceden-Benz baik dari sisi finansial maupun teknis.


Pertanyaannya adalah: layakkah negara mengucurkan dana sedemikian besar untuk Rio sementara masih banyak rakyat yang membutuhkan bantuan?

Tapi jangan lupa, rakyat juga membutuhkan rasa kebanggaan sebagai Bangsa Indonesia. Dan Rio berusaha mewujudkannya untuk kita dengan sekuat tenaga.


Jadi terus berjuanglah Rio dan pantang menyerah! Seluruh rakyat Indonesia berada di balik kemudi mobilmu bersamamu dan semoga Tuhan memberkati...
[][teks @dd_sarwono/berbagai sumber | foto jppn.com, jawapos.com, manorf1team.com, replubika.co.id, sahabatrio-blog.tumblr.com]