Bantu Anak Belajar Calistung
Parenting

Bantu Anak Belajar Calistung

by Sherra
Mon, 16-Nov-2015

Beberapa sekolah dasar atau yang sederajat, memberlakukan tes kemampuan membaca, menulis dan berhitung bagi calon siswanya. Anak-anak dituntut untuk mampu membaca, menulis, dan berhitung sebelum masuk ke Sekolah Dasar. Selain mendaftarkan ke Taman Kanak-kanak, Pendidikan Anak Usia Dini [PAUD], atau tempat les, Anda bisa bantu ia belajar di rumah.

Membaca & Menulis

Membaca dan menulis adalah satu kesatuan. Anak akan senang membaca dan menulis kalau ia merasa mendapatkan manfaatnya, misanya menyenangkan. Trus gimana kalau anak belum bisa baca? Membuat anak senang, bahkan hobi membaca lebih penting dari sekedar bisa membaca. Memang dibutuhkan kesabaran untuk proses belajar membaca Anak. Perhatikan situasi hati anak dan terapkan secara menyenangkan. Jangan dikritik terus! Anak bisa berhenti belajar karena dikritik. Ia peka akan segala bentuk kritikan. Ubah bahasa kritikan menjadi lebih halus. Beberapa cara ini bisa bantu Anda mengajarkan anak membaca:

  • Jarak huruf [spasi]

    Ini berdasarkan pada fenomena yang dikenal sebagai “visual cwording”, yaitu huruf lebih sulit dibaca ketika posisinya berdekatan dan dikelilingi oleh huruf-huruf lain. Kondisi tersebut biasanya berpengaruh pada orang dengan disleksia. Penelitian di Italia menunjukkan bahwa memperlebar jarak antar huruf dalam sebuah kata bisa meningkatkan kecepatan dan akurasi membaca. Cobalah tulis kata dengan jarak per huruf lebih lebar dari biasanya agar memudahkan anak.
  • Alat bantu lagu ABCDEFG

    Menyanyi bisa digunakan sebagai media belajar. Lagu ABC adalah salah satu lagu yang tepat untuk membantu si kecil melafalkan huruf. Saat menyanyikan lagu ini, usahakan Anda menghadap poster huruf atau tulisan abjad dan anak Anda menunjuk huruf sesuai dengan lirik lagu. Cara ini akan sangat membantu memori untuk mengingat bentuk huruf-huruf dengan baik.
  • Telusuri dan tulis bentuk huruf

    Saat mengenalkan huruf, arahkan jari telunjuk anak untuk mengikuti bentuk huruf. Proses menelusur menggunakan jari dapat mempermudah anak untuk mengingat ke arah mana jari harus bergerak saat menulis. Anda juga bisa menayangan CD belajar interaktif. Isi CD ini kebanyakan berisi tentang pengenalan huruf dan angka. Belikan juga buku belajar menulis agar ia bisa mengingat bentuk huruf dan menuliskannya.

Salah satu kunci keberhasilan mengajarkan anak belajar menulis dan membaca adalah konsistensi dan kreativitas orangtua. Biasakan anak memiliki jam belajar yang nggak waktunya berubah-ubah. Anak harus tahu ketika ia harus duduk diam untuk belajar. Kreativitas orangtua dibutuhkan saat membuat lembar soal yang harus dikerjakan. Misalnya, belajar bersama anak usia TK tidak bisa monoton cuma dengan mengajaknya untuk menghafal dan menulis saja.  Selingi dengan kegiatan mewarnai atau bermain puzzle. Atur waktu, misalnya setelah mengerjakan dua lembar buku belajar menulis, biarkan ia mewarnai.

Berhitung

Istilah berhitung digunakan untuk pemahaman konsep tambah-kurang-kali-bagi. Berhitung diajarkan ketika anak Anda sudah siap. Sama seperti belajar menulis dan berhitung, perhatikan ketika anak terlihat bosan. Belajar berhitung harus menyenangkan. Di saat anak senang, ia nggak akan merasakan beban dan keingintahuannya terpuaskan secara optimal.

Lakukanlah sambil bermain dan perhatikan suasana hati anak. Gunakan berbagai benda terdekat untuk alat pembelajaran, misalnya hitung pintu, jendela, kursi, piring, sendok, boneka, mainan, dll. Berhentilah sebelum anak bosan dan tingkatkan kesulitan setelah anak terlihat menguasai.

Namun perhatikan soal kesiapan anak Anda ya;

  • Anak berusia 1 tahun yang baru mengenal orangtua dan saudaranya hanya bisa dikenalkan dengan benda atau mendengarkan dan menirukan kata.
  • Anda bisa mengenalkan bilangan pada anak usia 3 tahun. Mialnya menyentuh satu atau dua kuping, menghitung jari, atau menyanyikan lagu dengan konsep berhitung, misalnya lagu Dua Mata Saya.
  • Di usia 4 tahun, anak bisa mulai dikenalkan dengan lambang bilangan dan konsep bilangan. Misalnya, ada berapa kakimu, matamu, dan telingamu? apa saja di badanmu yang jumlahnya satu?
  • Pada usia 5 tahun, Anda bisa mengenalkan pada pemahaman dasar berhitung.

Yuk, bimbing mereka belajar calistung.. [][teks @saesherra/berbagai sumber | foto kidspot/devianart]