Latih Anak Merapikan Mainan
Parenting

Latih Anak Merapikan Mainan

by Sherra
Wed, 13-Jan-2016

Anak-anak senang sekali bermain dengan berbagai macam mainannya. Seringkali mereka juga mengeluarkan hampir seluruh mainan dari kotak mainan. Sesudahnya? Ya, ada yang rajin untuk mengembalikannya ke tempat semula, tapi ada juga yang membiarkannya berantakan. Bahkan nggak sedikit yang menolak untuk merapikan mainannya. Mungkin beberapa cara berikut ini bisa membantu Anda agar anak-anak mau merapikan mainannya sendiri.

1. Buatlah peraturan kalau mainan harus dirapikan setelah bermain atau anak harus terima konsekuensinya. Ingatkanlah saat ia lupa. Kalau masih lupa untuk beberapa kalinya, berikan hukuman, misalnya Anda akan menyimpannya di "kotak spesial" di mana ia nggak bisa menemukannya.

2. Tekankan bahwa ia nggak akan mendapat mainan baru kalau masih sulit untuk merapikan mainan yang lama. Jangan rapikan mainannya, karena ia berpikir kalau ia menunda merapikan mainannya, pekerjaan tersebut akan dilakukan orangtuanya.

3. Buatlah cara sehingga merapikan mainan adalah hal yang menyenangkan. Daripada berkata "rapikan mainanmu!", lebih baik Anda bilang "hayoo siapa yang bisa merapikan mainan dengan waktu cepat?". Anda juga bisa jadikan pekerjaan tersebut menjadi kompetisi sehat dengan kakak atau adiknya.

4. Gunakan lagu sebagai timer merapikan mainan. Misalnya, "Bisakah kamu membereskan mainan sebelum lagu ini abis?".

5. Berikan contoh baik saat membereskan rumah. Kalau Anda membersihkan rumah dengan mengeluh atau mengomel, mereka akan berpikir kegiatan beres-beres adalah hal yang harus dihindari.

6. Berikan tekanan pada kalimat suruhan dan katakanlah dengan yakin. Misalnya, "Mama ingin kamu merapikan mainanmu sekarang, okay?". Anda juga bisa ubah kalimat "rapikan mainanmu" menjadi "sekarang waktunya menaruh lego ke dalam tempatnya" atau "lihatlah bagaimana ibu menempatkan mobil dan boneka ini di rak, maukah kamu membantuku?".

7. Mungkin merapikan semua mainan sekaligus adalah hal berat untuknya. Berikan waktu istirahat 2 menit di tengah-tengah pekerjaannya. Anda bisa juga memecah mainan yang harus dirapikan terlebih dahulu. Misalnya, ia bisa memasukan mainan berwarna merah dulu, lalu kuning, kemudian hijau ke dalam kotak mainan.

Beres-beres sebelum makan, tidur, dan meninggalkan rumah adalah hal yang biasa. Jadikanlah itu sebuah rutinitas sehingga anak Anda juga terbiasa. [][teks @saesherra/berbagai sumber | foto corbisimages]