Anak Lelaki
Parenting

Anak Lelaki

by Dewi
Sat, 30-Jan-2016

“Laki atau perempuan sama aja..”

Begitu kalimat yang sering terdengar jika pasangan yang sedang menanti kelahiran anak ditanya soal keinginan mereka atas jenis kelamin si jabang bayi.

Betul, anak yang merupakan rezeki dari Tuhan nggak bisa kita pilih-pilih, laki atau perempuan ya diterima dengan penuh syukur. Cara membesarkannya pun secara garis besar ya sama, bertujuan menjadikannya anak yang shaleh/shalehah [ini biasanya doa yang disampaikan umat Islam], sehat, pintar, berbudi pekerti luhur, menjadi permata keluarga dan membanggakan orangtua.

Tapi sebetulnya, memiliki anak laki atau perempuan, ada perbedaan. Ibu dan anak laki adalah dua jenis kelamin yang berbeda. Pasti muncul hal-hal yang nggak biasa dialami oleh ibu. Nah, sebelum Anda stress lalu berkesimpulan bahwa anak laki ya harusnya lebih banyak diasuh oleh bapaknya karena mereka memiliki jenis kelamin yang sama, coba baca beberapa hal berikut ini..

» Anak laki aktif secara motorik kasar. Main bola di ruang keluarga, lalu bola menghantam kaca lemari pajangan. Anda akan berusaha menasehatinya dan memberikan peringatan jika dia mengulangi perbuatannya. Semenit kemudian Anda mendengar dia bermain bola di dalam kamarnya. Tarik napas panjang.. ulangi nasehat Anda. Kali ini lebih detil di poin lokasi yang dilarang untuk bermain bola.

» Nggak semua anak laki pandai bercerita. Jika Anda bertanya, dan hanya mendapatkan jawaban pendek darinya, jangan buru-buru menyimpulkan anak Anda pendiam. Nggak seperti anak perempuan, yang hampir bisa dipastikan cerewet, Anda harus tau bagaimana memancingnya untuk bisa bercerita banyak hal.

» Pipis. Yap, Anda harus selalu mengingatkannya agar membidik dengan tepat sehingga nggak belepotan ke mana-mana. Ajarkan dia bertoleransi dengan pengguna toilet lainnya dan menjaga kebersihan.

» “Bukan aku!” Akan datang masa di mana jawaban yang keluar dari mulutnya adalah kalimat tersebut, saat Anda mencari tahu tentang suatu kejadian. Dia melakukannya atau nggak, tapi kalimat itu adalah bentuk proteksi diri pertama yang muncul. Nah, cobalah untuk menanamkan pada dirinya sejak kecil pemahaman bahwa Ibu Pasti Tahu. Jika Ibu nggak lihat, pasti ada seseorang yang memberitahu Ibu. Nah, berdasarkan pengalaman sih, ini bisa meningkatkan kejujuran dari dirinya hehe..

» Anak laki berantem, dengan atau tanpa alasan yang jelas. Nggak usah keburu pusing dulu, Ibu.. Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah memisahkan. Lalu tanya penyebabnya. Jika yang Anda dengar hanyalah serangkaian saling tuding, berikan pemahaman bahwa masalah bisa diselesaikan tanpa berantem. Mereka nggak akan langsung menuruti Anda. Tapi tenang saja, suatu hari nanti peristiwa itu hanya akan menjadi sesuatu yang dikenangnya sambil tertawa.

» Akhirnya akan tiba masa di mana pengetahuan Anda tentang wanita akan membantunya. Kencan. Dengan cara yang nggak membuatnya malu, berikan dia bocoran bagaimana seharusnya memperlakukan seorang perempuan.

» Dan ingatlah, walau dia sering menghindar, anak laki senang dipeluk dan dicium oleh ibunya. [][teks @tantedow/lifehack.org | foto corbisimages.com]