Mengajarkan Anak Bertoleransi
Parenting

Mengajarkan Anak Bertoleransi

by Yogira
Sat, 06-Feb-2016

Sebentar lagi warga Tionghoa Indonesia merayakan Imlek. Tentu, sebagai sesama warga kita harus menghormatinya sebagai toleransi. 

Tapi nggak semua orang memahami toleransi. Apalagi anak-anak. Padahal toleransi itu baik dalam menjaga keharmonisan, terutama antar-agama dan antar-ras.

Nah, sebagai orangtua, ada baiknya mengajarkan makna toleransi dengan penjelasan sederhana. Bagaimana caranya? Semoga tips  berikut ini bisa membantu.

1. Memperlihatkan foto tempat-tempat ibadah

Orangtua bisa menjelaskan tempat-tempat ibadah kepada anak-anak bahwa Masjid untuk Islam, Gereja untuk Kristen, Pura untuk Hindu, dan Vihara untuk Budha. Jelaskan kepada mereka bahwa tempat-tempat ibadah tersebut suci dan tidak boleh dirusak atau dibenci. Tempat-tempat ibadah itu dibangun sebagus-bagusnya buat orang baik-baik. Kalau ada yang merusaknya, berarti itu bukan orang baik-baik.

2. Mengatur volume lagu yang sedang diputar

Mintalah buah hati Anda duduk  santai atau berdiam di ruangan lain,  kira-kira berjarak 7-10 meter dari tape atau audio player yang akan diputar.  Mintalah komentar dia saat volume itu perlahan-lahan dikeraskan lalu kembali dikecilkan. Mintalah pendapat dia, volume mana yang nyaman didengarnya?

Kalau dia sudah mengiyakan pada volume tertentu dia nyaman, jelaskan bahwa toleransi juga seperti itu. Toleransi menyamankan orang-orang di sekitar kita. 

3. Menonton acara wisata budaya

Beberapa stasiun televisi baik lokal, maupun internasional sering menayangkan program acara wisata budaya. Menonton tayangan seperti itu juga bisa menjadi alternatif. Misalnya, film dokumenter tentang wisata budaya yang diproduksi National Geographic. Tayangan acara televisi dan film dokumenter tentang wisata budaya di Bali, Singapore, dan Malaysia bisa jadi rekomendasi.

Orangtua bisa mengajak anak  menonton kehidupan di Bali yang tenang dan saling menghargai sesama umat beragama. Contohnya, di sana ada tempat bernama Puja Mandala, yakni area yang terdiri dari tempat-tempat ibadah berbeda. Ada masjid, gereja Katolik, gereja Prostestan, dan pura, yang letaknya berdampingan. Dengan menonton tayangan wisata Bali, orangtua bisa menjelaskan kepada anak bahwa Bali adalah salah satu tempat yang baik untuk saling menghargai antar-umat beragama.

Demikian juga dengan Singapore dan Malaysia. Di dua negara tetangga ini, masyarakatnya menganut agama berbeda-beda dan rasnya juga berbeda-beda, ada Melayu, China, India, dan Arab. Tapi mereka tetap hidup tenang dan damai karena saling menghargai perbedaan.

4. Belanja di Supermarket

Orangtua sesering mungkin meminta anak mengantre belanjaan sendiri. Hal ini sangat membantu untuk melatih kesabaran di kemudian hari. Dengan antre, mereka jadi tahu bahwa setiap orang punya hak untuk mendapatkan pelayanan. Setiap orang  berhak mendapatkan prioritas. [][teks @firza | foto psychologybenefits.org, 19.org]