Mengajak Anak Suka Sastra
Parenting

Mengajak Anak Suka Sastra

by Yogira
Mon, 01-Jun-2015

Banyak pakar pendidikan menilai bahwa anak usia 6-13 cenderung menghabiskan waktu lebih banyak menonton teve, main games, internet, atau main gadget ketimbang membaca buku. Anak lebih suka media visual yang bergerak [aktif] daripada media tak bergerak [pasif], seperti teks atau gambar. Padahal manfaat untuk perkembangan anak justru sebaliknya.

Media visual yang bergerak akan membuat otak lebih pasif. Sedangkan media yang tak bergerak akan membuat otak lebih aktif karena ada rangsangan yang membuat otak harus bekerja. Sastra adalah media yang cocok untuk mengimbangi media visual yang ditonton anak dengan teks dan gambar imajinatif.

Nah, bagi orangtua yang memiliki anak senang nonton teve, main games, internet atau main gadget, bisa memperkenalkan sastra kepada anak minimal jadi selingan pada waktu luang. Kalau rutin dilakukan, anak akan terbiasa bergaul dengan bacaan.

Sastra bisa merangsang imajinasi dan kreativitas anak ketika tumbuh dewasa nanti dan berguna sebagai pemantik pikiran untuk pemecahan berbagai masalah sekaligus penghalus budi pekerti. Tokoh dan ilmuwan besar seperti Albert Enstein, Mahatma Gandhi, Steve Jobs, Presiden Soekarno bisa kaya akan gagasan karena mereka sering membaca sastra meskipun mereka bukan sastrawan.

Lantas bagaimana caranya agar anak bisa menyukai sastra? Berikut adalah tips singkat dan sederhana, yang biasa diterapkan orang tua yang ingin anaknya berhasil sebagai manusia cerdas dan kreatif.

Mendongeng

Aktivitas mendongeng dengan bahan bacaan sastra fiksi, baik itu cerpen maupun novel ringan bisa membantu anak berimajinasi dan penasaran untuk terlibat dalam cerita itu, baik sebagai pemecah masalah, maupun sekadar mengambil intisari pengalaman pada cerita itu.

Puisi

Mintalah anak menulis puisi sekehendak mereka dan sesuai dengan yang mereka bayangkan/imajinasikan, lalu minta bacalah puisi tersebut. Cara ini melatih anak agar bisa lebih percaya diri dalam menuangkan pikiran da isi hatinya

Perkenalkan unsur intrinsik prosa sastra

Kegiatan ini meliputi penokohan, alur, tema, setting, dan sudut pandang. Manfaatnya adalah anak bisa terpancing membuat sendiri sejumlah unsur tersebut ketika mereka ingin menulis cerita sesuai pengalaman hidupnya, baik yang nyata, maupun cita-cita masa depannya.

Perkenalkan unsur ekstrinsik sastra

Ini termasuk psikologi, latar belakang sosial, agama, dll. Manfaatnya adalah anak bisa menggali pengalaman hidup dari karya sastra yang dibacanya sebagai bekal untuk menumbuhkan kepribadian yang kuat.

Rekreasi yang mendidik

Pililah karya sastra yang mudah dicerna sesuai usia anak, tapi mengandung pesan yang mendidik sekaligus menghibur.

Biasakan ajak anak jalan-jalan ke toko buku atau pameran buku

Tamasya edukatif ini selain murah, juga merangsang anak untuk melihat cover-cover buku yang menarik perhatiannya. Tapi, sebelum membeli, orangtua harus teliti dulu isi bukunya, apakah isinya mendidik atau tidak. [][teks @firza/berbagai sumber | foto en.wikipedia.org/www.scarsdaleschools.k12.ny.us]