}
Beragam Cerita Masa Kecil
Parenting

Beragam Cerita Masa Kecil

by Intern 2
Wed, 25-Jul-2018

Commuters, ada yang bilang masa kecil adalah masa yang paling indah, bahagia, menyenangkan, dan tanpa beban tanpa pikiran.

Masa kecil juga adalah masa di mana kita dapat tertawa lepas, menari dengan sesuka hati, dapat bermain dengan sesuka kita, dan mendapatkan mainan impian.

Kesimpulannya, banyak arti yang mendefinisikan masa kecil.

Bicara soal masa kecil tentu kita memiliki cerita tersendiri sewaktu masih kecil baik cerita yang terlucu, terbahagia maupun cerita terburuk dan memalukan sekalipun.

Memperingati Hari Anak Nasional [23 Juli] LINIKINI akan membagikan beberapa cerita masa kecil dari beberapa tokoh-tokoh inspirasional ini. So, you must read on!

1. Michael Jackson [29 Agustus 1958 – 25 Juni 2009]

Pemilik nama asli Michael Joseph Jackson ini lahir di Gary, Indiana, [sebuah daerah industri di pinggiran Chicago], Amerika Serikat.

Michael lahir dari keluarga yang sangat miskin. Ia adalah anak ke-7 dari 9 bersaudara yang lahir dari pasangan Joseph dan Katherine Jackson. Saudaranya antara lain Rebbie, Jackie, Tito, Jermaine, La Toya, Marlon, Randy, dan Janet.

Ia adalah penyanyi dan penulis lagu dari Amerika Serikat dan terkenal sebagai the "King of Pop" serta memopulerkan gerakan dansa "Moonwalk" yang jadi ciri khasnya.

Artis serba bisa yang menghasilkan segudang prestasi ini memulai karier bernyanyi pada usia lima tahun sebagai anggota kelompok vokal keluarga Jackson [the Jackson 5].

Putra pasangan Joseph Walter "Joe" Jackson dan Katherine Esther Scruse ini pernah menyatakan bahwa sejak kecil ia mengalami kekerasan dari ayahnya, baik secara fisik maupun mental, seperti latihan yang tak henti-henti, cambukan, bahkan hingga memanggilnya dengan panggilan kasar.

Namun demikian, ia juga mengakui bahwa kedisiplinan yang diterapkan ayahnya membawa pengaruh besar bagi kesuksesannya.

Marlon Jackson [kakak Michael] menceritakan, pernah dalam suatu perselisihan, Michael diangkat terbalik kemudian punggung dan pantatnya dipukul ayahnya.

Pernah pula di suatu malam, ketika Michael sedang tidur, Joseph [ayahnya] memanjat dari kamarnya ke pintu kamar Jackson. Dengan mengenakan topeng menakutkan, ia masuk ke kamar, berteriak keras menakuti Michael.

Joseph mengatakan bahwa ia melakukan itu untuk mengajarkan anak-anaknya agar tidak membiarkan jendela kamar terbuka ketika tidur.

Selama bertahun-tahun setelah peristiwa tersebut, Michael sering mengalami mimpi ia diculik dari kamarnya. Kemudian pada tahun 2003, Joseph mengakui pernah mencambuk Michael ketika ia masih kecil.

Michael pertama kali membicarakan masalah kecilnya saat ia diwawancarai Oprah Winfrey pada tahun 1993. Ketika itu ia juga berkata bahwa pada saat kecil, ia sering menangis kesepian dan kadang-kadang muntah ketika melihat ayahnya.

Pada acara Living with Michael Jackson [2003], Michael terlihat menangis menutupi wajahnya ketika ia menceritakan tentang masa kecilnya.

Serangan jantung yang disebabkan oleh keracunan propofol dan benzodiazepine membuat Jackson menghembuskan nafas terakhirnya pada 25 Juni 2009 di Los Angeles, California, Amerika Serikat.

Pria keturunan Afro-Amerika ini pun pertama kali menampilkan bakat musiknya ketika ia menyanyi di depan teman sekelasnya pada resital Natal di usia lima tahun.

Karena merindukan masa kecilnya yang hilang, Michael sangat suka bergaul dengan anak-anak. Ia sering mengundang anak-anak panti asuhan dan anak-anak berpenyakitan untuk datang ke rumahnya untuk menikmati fasilitas dan kebahagiaan yang tidak mungkin mereka dapatkan. 

Kesukaannya dengan anak-anak pun hingga membuat Michael mendirikan rumah yang diberi nama Neverland.

Neverland adalah rumah impian bagi semua anak di dunia, karena memiliki wahana roller-coaster hingga kandang gajah.  

Saat ini, Neverland dikabarkan akan dijual seharga US$100 juta [Rp1, 3 triliun].

Sejak kecil Michael hidup menderita. Ia selalu terasing dan kesepian.  Hanya musik lah yang mampu menghiburnya, memberinya ketenangan, tetapi musik pula yang memberikannya ketenaran dan kesulitan.

2. Yayoi Kusama [22 Maret 1929]

Yayoi Kusama [Kusama Yayoi] adalah seniman kontemporer Jepang yang berkecimpung di bidang pematungan dan instalasi. Ia juga aktif di bidang seni lukis, seni pertunjukan, film, mode, syair, fiksi, dan lain-lain.

Karya-karyanya beraliran seni konseptual dengan membawa unsur feminisme, minimalisme, surealisme, Art Brut, seni populer, dan ekspresionisme abstrak dan dipadukan dengan konten otobiografi, psikologis, dan seksual.  

Ia diakui sebagai salah satu seniman Jepang paling berpengaruh di dunia dan besar di Matsumoto serta mempelajari seni lukis nihonga di Sekolah Seni dan Kerajinan Kyoto. 

Kusama terinspirasi aliran impresionisme abstrak Amerika Serikat.  

Ia pindah ke New York City tahun 1958 dan menjadi bagian dari lingkar seni avant-garde New York pada tahun 1960-an, khususnya dalam aliran seni populer. 

Yayoi lahir dari keluarga pedagang kaya yang memiliki kebun dan ladang benih, Yayoi Kusama mulai berkarya ketika masih kecil dan mulai menulis puisi pada usia 18 tahun.  

Sewaktu masih kecil, ibunya suka memberi hukuman fisik dan Yayoi ingat bahwa bapaknya adalah "orang yang suka merayu perempuan lain". 

Saat masih berusia sepuluh tahun, ia mulai mengalami halusinasi nyata berupa kilatan cahaya, aura, atau pemandangan bintik-bintik padat. 

Ia juga berhalusinasi melihat bunga yang berbicara kepada Kusama. Pola-pola kain yang dilihatnya menjadi hidup, berlipat ganda, lalu mengurung dan menutupi dirinya. 

Halusinasi yang dialaminya mengilhami karier artistiknya dan diberi julukan "penghancuran diri" [self-obliteration]. 

Kabarnya, ia terpesona oleh bebatuan putih halus yang tersebar di dasar sungai dekat rumah keluarganya. Bebatuan tersebut merupakan salah satu hal yang membuatnya selalu suka dengan pola bintik. 

Ketika Kusama berusia 13 tahun, ia dikirim untuk bekerja di pabrik militer sebagai penjahit parasut untuk Angkatan Darat Kekaisaran Jepang di tengah Perang Dunia II. 

Ia mengaku menghabiskan masa remajanya di "ruang gelap tertutup dan masa kecilnya sangat dipengaruhi oleh perang.  

Menurutnya, saat-saat itulah yang membuatnya mulai menghargai kebebasan pribadi dan kreasi. 

3. Steve Jobs [24 Februari 1955 – 5 Oktober 2011]

Steven Paul atau Steve Jobs lahir 24 Februari 1955 di San Francisco, California, Amerika Serikat.

Ia dikenal sebagai tokoh paling berpengaruh di dunia teknologi sekaligus salah satu CEO paling sukses di muka bumi bersama Steve Wozniak, duetnya berhasil mengubah sejarah industri teknologi ketika mendirikan Apple Inc. di tahun 1979 silam. 

Seorang tokoh bisnis dan penemu dari Amerika Serikat ini selain memiliki cerita tentang perjalanannya dalam dunia bisnis yang menginspirasi, ternyata cerita pada masa kecilnya pun mengejutkan. 

Menurut buku biografi bertajuk Steve Jobs The Man Who Thought Different karya Walter Issacson, Jobs sudah sangat 'mengejutkan' sedari kecil. Ia termasuk anak 'super jahil', namun teta menunjukkan kejeniusannya.  

Bagi kalian yang belum tahu, Steve pada masa kecilnya memiliki tiga kenakalan Jobs di masa kecil yang mungkin sama sekali tidak terbayangkan. 

Tiga kenakalannya itu di antaranya, ia dan Rick Ferrentino [teman dekatnya] membuat pengumuman tentang “Bawalah Peliharaan Anda ke Sekolah” keesokan harinya suasana sekolah menjadi kacau, kenakalan keduanya yaitu hampir meledakan gurunya karena hobinya bermain petasan, dan kenakalan yang terakhir adalah ia dan Rick mengubah semua kombinasi kunci rantai sepeda teman sekolahnya. 

Duh, nggak nyangka ya Commuters. 

4. Oprah Winfrey [29 Januari 1954]

Siapa yang nggak kenal Oprah Winfrey? Seorang selebriti dan pengusaha Amerika Serikat dan dengan kekayaan yang dimilikinya sekarang menjadikan ia masuk dalam daftar miliarder di dunia.

Lahir di Kosciusko, Mississippi, Amerika Serikat, 29 Januari 1954 dan diberi nama Oprah Gail Winfrey.

Orangtuanya bermaksud menamainya Orpah, seperti yang terdapat di dalam Alkitab, tetapi sang bidan yang mencatat kelahiran itu tidak dapat mengeja dengan baik, sehingga namanya menjadi Oprah Winfrey.

Kedua orangtuanya bercerai, sehingga mengharuskan Oprah tinggal bersama neneknya yang cukup keras, Hattie Mae, di sebuah peternakan selama enam tahun.

Ayahnya merupakan mantan serdadu yang kemudian beralih menjadi tukan cukur, sedangkan ibunya bekerja sebagai pembantu rumahtangga.

Tinggal di peternakan bersama neneknya bukanlah kehidupan yang bisa dibilang berkecukupan, bahkan bisa dibilang sangat miskin.

Namun, semua keadaan itu tidak membuat bakat Oprah kecil menjadi hilang begitu saja.

Di umur 3 tahun, Oprah kecil sudah mampu membaca Injil dengan keras. “Membaca adalah gerai untuk mengenal dunia,” ucapnya di suatu wawancara.

Tak hanya cerdas, Oprah juga memiliki kecantikan yang membuatnya menjadi salah satu pemenang di sebuah kontes kecantikan. 

Ketika berusia enam tahun, ibunya mendapatkan pekerjaan sebagai pembantu di Milwaukee, Wisconsin dan akhirnya mengambil Oprah kembali dari neneknya.

Tidak hanya kemiskinan, sejak kecil Oprah Winfrey sudah dihadapkan dengan berbagai masalah. Bahkan saat usianya masih sembilan tahun, ia sudah mengalami pelecehan seksual.

Oprah Winfrey memulai debutnya di televisi melalui acara People Are Talking. Keputusannya untuk pindah ke Chicago yang akhirnya membuat dirinya meraih kesuksesan.

The Oprah Winfrey Show menjadi acara talkshow dengan rating tertinggi yang pernah ada dalam sejarah pertelevisian Amerika Serikat. Latar belakang kehidupannya yang miskin, rawan kejahatan, dan diskriminatif membuat dirinya ingin membantu sesama.

Nah, ternyata benar ya Commuters kalo masa kecil tuh punya banyak cerita. Kira-kira cerita tentang masa kecil kalian bagaimana nih? [][teks @yolabonnita | foto Pinterest, berbagai sumber]