Deklarator Perhimpunan Bangsa di Asia Tenggara [50 Tahun ASEAN]
Politik

Deklarator Perhimpunan Bangsa di Asia Tenggara [50 Tahun ASEAN]

by Intern 2
Wed, 09-Aug-2017

Kerjasama regional dalam hal ekonomi, sosial, dan kebudayaan itu terjalin dalam sebuah deklarasi yang terkenal dengan Deklarasi Bangkok pada  8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand. Dari deklarasi ini pula lah akhirnya terbentuk satu perhimpunan, dengan kesepakatan kerjasama negara-negara di kawasan Asia Tenggara, yang dinamakan Association of Southeast Asia Nation [ASEAN]. Deklarasi ini ditandatangani lima perwakilan dari kawasan Asia Tenggara pada waktu itu. Berikut profil para delegasi yang mendirikan ASEAN.

1. Adam Malik [Indonesia]

Perwakilan dari Indonesia ini adalah mantan Menteri Luar Negeri Kabinet Ampera I – Kabinet Pembangunan II. Adam Malik juga pernah menjadi Ketua Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa [PBB] ke-26, dan menjadikannya orang Indonesia satu-satunya yang pernah memegang posisi tersebut. Bersama keempat delegasi Negara Asia Tenggara lainnya, Filipina, Malaysia, Thailand, dan Singapura, mendirikan ASEAN pada 8 Agustus 1967.

2. S Rajaratnam [Singapura]

Sinnathamby Rajaratnam adalah mantan politikus dari Singapura. Ia pernah menjadi Menteri Luar Negeri, Menteri Perindustrian, dan Wakil Perdana Menteri Singapura. S Rajaratnam merupakan salah satu “Bapak Pendiri” ASEAN pada awal pendiriannya. Pada tahun 1966, ketika Singapura merdeka, S Rajaratnam menulis “Ikrar Kebangsaan”.

3. Tun Abdul Razak [Malaysia]

Menjadi Perdana Menteri Malaysia kedua [1970 – 1976]. Tun Abdul Razak merupakan salah satu tokoh yang dikenal sebagai Pendiri Malaysia dan Penggagas Dasar Ekonomi Baru, yang menginginkan perekonomian setara dengan keturunan Tionghoa dan Tamil. Beliau merupakan salah satu “Bapak Pendiri” ASEAN.

4. Thanat Khoman [Thailand]

Mantan Menteri Luar Negeri Thailand ini pernah mejadi mediator antara Indonesia dan Malaysia. Pemilihan Bangkok sebagai tempat pendiri ASEAN pada  Agustus 1967 adalah ekspresi penghormatan terhadap peran aktif dalam pembentukan lembaga ini.

5. Narciso Ramos [Filipina]

Narciso Ramos menjadi orang pertama yang memberikan sambutan dalam acara Deklarasi Bangkok. Ia mengatakan bahwa pendeklarasian benar-benar menuntut niat baik, imajinasi, kesabaran dan saling memahami di antara kelima Menteri Luar Negeri yang hadir. [][teks @apra_manuela/berbagai sumber | foto berbagai sumber]