Wanita-Wanita Penantang ISIS
Politik

Wanita-Wanita Penantang ISIS

by Pandu
Wed, 24-Jun-2015

Memasuki bulan Ramdan, kegilaan ISIS masih tetap berlanjut. Mereka mengadakan lomba pembacaan Al-Qur’an dengan hadiah utama seorang pelayan wanita. Demikian menurut laporan Daily Mail.

Karena banyak orang yang menjadi korban kekejian ISIS, Wanita dari suku Kurdish bersatu dan menghantam balik ISIS di daerah pegunungan Sinjar hingga Syria.

Inilah rupa para pejuang-pejuang itu.

Saria Zilan, 18 tahun

"Aku bertarung melawan ISIS di daerah Serikani. Aku berhasil menangkap satu orang ISIS dan berusaha membunuhnya. Tapi teman perjuanganku melarangnya. Ia bilang itu dilarang oleh agama."

Torin Khairegi, 18 tahun

"Kami [wanita] hidup di dunia yang didominasi pria. Kami di sini untuk mengambil alih masa depan kami. Aku berhasil melukai satu anggota ISIS di Kobane. Ketika ia terluka, teman-temannya lari meninggalkan dia. Sekarang aku merasa amat kuat dan bisa melindungi rumahku, teman, negara, dan diriku."

Aijan Denis, 20 tahun

"Sekarang, di sini antara lelaki dan wanita sama rata. Kami semua saling bertarung untuk ideologi dan hak perempuan. Suatu hari aku menonton TV dan melihat wanita dibunuh. Sejak itu, aku memutuskan untuk bergabung dengan tentara melawan ISIS."

Barkhodan Kochar, 16 tahun

"Dulu ketika aku bertanya soal politik pada orangtua, mereka selalu menjawab ‘itu bukan urusanmu’. Sampai momen aku melihat langsung tentara wanita yang bergabung dengan YPJ melawan ISIS, sejak itulah aku memutuskan bergabung."

Nuhad Kocer, 29 tahun

Kocer sedang duduk di pangkalan militer di Til Kocer, Syria. Orang dalam foto adalah Azadi Ristem, tentara yang terbunuh akibat tembakan sniper.

Cicek Derek, 17 tahun

Korban perang ketika melawan ISIS. Jenazahnya berada di zona lawan dan tak bisa diambil. [][teks @HaabibOnta | foto Time dan Erien Trieb]