Membohongi Diri Sendiri
Relationship

Membohongi Diri Sendiri

by Pohan
Thu, 05-Nov-2015

The worst lies are the lies we tell ourselves. We live in denial of what we do, even what we think. We do this because we’re afraid. We fear we will not find love, and when we find it we fear we’ll lose it. We fear that if we don’t have love we will be unhappy. ~ Richard Bach

Kadang kita menyangkal akan sesuatu hal yang kita lakukan dan kita pikirkan. Tanpa disadari kita telah membohongi diri kita sendiri. Seperti yang dikatakan Bach, kita takut menemukan cinta. Tapi ketika kita menemukannya, kita merasa takut kehilangan cinta.

Inilah 10 kebohongan pada diri sendiri yang harus kita hentikan agar kita bisa lebih menikmati hidup:

1. Masa lalu akan terus menghantui

Masa lalu terus menghantui karena kita membiarkannya gentayangan dalam pikiran. Ingat bahwa kamu tidak ditakdirkan untuk putus asa. Hal yang perlu kamu lakukan saat ini: refleksi diri, mengubah pola pikir lama menjadi baru, merupakan langkah besar menuju perubahan.

2. Sukses adalah kebalikan dari kegagalan

Sebenarnya. kegagalan itu tidak ada, yang ada hanyalah hasil. Jangan cepat menyerah. Pelajari terus apa yang kamu bisa dan terus bergerak. Sukses adalah sebuah proses yang terdiri dari langkah-langkah kecil, keputusan, dan tindakan yang secara bertahap membangun satu sama lain.

3. Kalau saja saya punya, saya akan senang

Ada dua cara untuk mendapatkan kebahagiaan: memiliki semua yang kamu inginkan dan harus puas dengan yang kamu dapatkan. Jika kamu menerima dan menghargai hal-hal yang kamu dapatkan sekarang, kamu akan menemukan lebih banyak kebahagiaan, yang datang ketika kamu berhenti mengeluh tentang masalahmu dan bersyukur dengan semua masalah yang tidak kamu miliki.

4. Krisis adalah hal yang buruk

Seperti John F Kennedy pernah berkata, "The Chinese symbol for the word 'crisis' is written using two strokes of a pen. One stroke stands for danger, and the other for opportunity. In a crisis, beware of the danger, but also recognize the opportunity." Setiap tantangan, masalah, dan kesulitan yang timbul kesempatan lain bagi kamu untuk belajar dan tumbuh.

5. Saya sudah terlalu tua untuk itu

Kamu tidak pernah terlalu tua untuk pergi setelah yang kamu inginkan. Usia Nelson Mandela 76 tahun ketika ia menjadi presiden. Leonardo Da Vinci berusia 51 tahun ketika ia melukis Mona Lisa. Usia Dr Seuss 54 tahun ketika ia menulis The Cat in the Hat. Kolonel Sanders berusia 61 tahun ketika ia memulai waralaba KFC. Ada banyak contoh lain. Setiap orang punya jalan hidup sendiri. Dan kamu tidak pernah terlalu tua atau terlalu muda untuk mendapatkan kesuksesan.

6. Orang itu mendapatkan kemudahan lebih dari saya

Begitu banyak orang percaya ini. Tapi itu tidak benar. Yang benar adalahkamu tidak tahu tentang kehidupan orang lain. Setiap orang menjajaki dan berjuang dengan cara mereka sendiri. Tidak ada buku instruksi untuk hidup.  Semua orang mencoba untuk mencari tahu dengan cara yang sama, mungkin seperti yang kamu lakukan.

7. Lebih baik memberi daripada menerima

Itu pikiran yang bagus dan berguna jika kamu seorang individu yang egois. Tapi mungkin itu tidak benar. Mungkin kita bisa mengganti kebohongan dengan, "lebih baik memberi dan menerima" karena tidak ada istilah "lebih baik" dari yang lain. Keduanya harus seimbang. Ini matematika yang sederhana, ada pemberi dan ada penerima. Secara psikologis, memberi lebih mudah daripada menerima karena tidak ada harga diri yang diperlukan untuk memberikan. Kamu bisa memberikan sesuatu yang terbaik dari dirimu karena kamu tidak merasa layak untuk memilikinya. Tetapi kamu mau menerima sesuatu dari orang lain karena kamu merasa layak.

8. Saya bisa melakukannya besok

Mungkin ini salah satu kebohongan yang paling sering kita katakan kepada diri sendiri. Tapi kita semua tahu bahwa itu belum tentu bisa dilakukan. Kamu selalu berpikir punya banyak waktu, tapi suatu hari kamu bangun dan tidak akan ada lagi waktu untuk melakukan apapun yang diinginkan. Tidak ada yang bisa mengetahui tentang masa depan. Kehidupan yang kamu miliki hanya tentang hari ini. Lagi pula, kalau menunggu sampai kita siap, kita malah tidak bisa menyelesaikan apa-apa.

9. Kebahagiaan adalah dasar dari kesejahteraan saya

Kita mengatakan berulang-ulang bahwa “saya harus bahagia”. Kita bertanya pada diri kita sendiri “kenapa kita tidak bahagia?”. Tapi kenyataannya, emosi adalah emosi. Kesedihan, kemarahan, kesepian, ketakutan bukanlah hal yang terburuk. Bukannya kita harus memberitahukan pada diri kita harus bahagia. Semestinya kita membiarkan diri kita merasa apapun yang kita rasa pada saat itu. Dengan membiarkan diri kita merasakan apa yang kita rasa, itulah dasar kesejahteraan diri yang sebenarnya.

10. Salah kalau saya memikirkan diri sendiri

Kadang menjadi seorang yang egois itu menyehatkan. Kita bisa belajar sewaktu-waktu untuk mengatakan tidak, dan tidak menyesalinya. Ini adalah hidupmu, emosimu, dan pilihanmu. Jadi pilihlah hal yang terbaik untukmu dan berhenti memikirkan yang orang lain pikirkan mengenai keputusanmu. [][teks @pohanpow/purposefairy.com | foto awaken-love.net, addictioncampuses.com]