Apa Kamu Termasuk “People Pleaser”?
Relationship

Apa Kamu Termasuk “People Pleaser”?

by Sherra
Thu, 04-Jun-2015

Merasa nggak enak dengan orang lain? Sesekali sih nggak masalah. Toh, itu untuk menjaga hubungan pertemanan juga. Tapi kalau kamu terus-terusan menjalani yang hanya disenangi orang lain dan menyiksa jiwa raga kamu, buat apa? Yang ada kamu nggak bisa menikmati hidup. Simak yuk beberapa tanda bahwa kamu adalah orang yang selalu berusaha menyenangkan orang lain:

1. Susah banget untuk bilang “tidak”

Mungkin kamu merasakan sulitnya menolak permintaan, entah itu dari keluarga, teman, kenalan, atau orang asing sekalipun. Sebenarnya sih ingin bilang tidak. Dari sekian banyak hal, mau kecil atau besar, kamu selalu menyanggupi. Mungkin kamu bisa dianggap sebagai pahlawan, sedangkan kamu sebenarnya menderita. Well, yakin mau seperti itu hanya karena ketakutanmu akan kehilangan teman dan reputasi?

Solusi:

Coba deh kamu ukur kapasitasmu, kapan saatnya peduli kepada orang lain dan peduli terhadap dirimu sendiri. Pahamilah kamu nggak bertanggungjawab atas kebahagian orang lain. So, mulailah untuk berkata tidak dengan sopan dan permintaan maaf.

2. Ngehindar membuat keputusan dan sharing pendapat

Pernahkah kamu sulit untuk mengungkapkan pendapat dan perasaan dalam grup  atau dengan teman dekat? Ternyata, pada akhirnya mereka juga yang membuat keputusan. Kamu selalu menghindari konflik dan memilih untuk diam. Mau sampai kapan? Hal ini cuma bikin kamu kehilangan sisi unik dan bakatmu.

Solusi:

Ingatlah, kamu bisa kok bilang nggak setuju tanpa menimbulkan konflik. Wajar, tiap orang memiliki pendapat beda. Speak up! Keluarkan pemikiran dan sampaikan yang kamu inginkan. Saat kamu menghargai pendapat orang lain, maka orang lain pun akan menghargai pendapatmu kok.

3. Kamu “hancur” saat tau seseorang tidak menyukaimu

Yes. Mungkin rasanya seperti patah hati. Mungkin kamu pikir kalau kamu menuruti semua yang orang lain inginkan, mereka akan senang. Nope! Nggak harus seperti itu. Mereka bisa aja menyukaimu karena dirimu bukan karena usahamu untuk menuruti mereka.

Solusi:

Sebagai makhluk sosial, pastinya kita ingin dicintai dan diterima, tapi nggak berarti oleh semua orang. Tentukanlah perhatian siapa aja yang pantas kamu perjuangkan.

4. Kamu kesal pada orang lain, tapi nggak tau alasannya

Seringkah kamu marah tanpa alasan? Tanpa sadar selama ini kamu cuma memenuhi keinginan orang lain tanpa memedulikan perasaan diri sendiri. Begitulah kalau terlalu lama memendam. Pada akhirnya akan meledak.

Solusi:

Ini risiko yang harus kamu terima. Kalau memang rasanya berat dan seperti dimanfaatkan, cobalah tentukan skala prioritas mana yang harus kamu pedulikan.

5. Kamu nggak sadar efeknya

Tanpa sadar, kamu udah terlalu jauh. Hingga akhirnya menangis tanpa alasan yang jelas, mengalami kecemasan, atau depresi.

Solusi:

Akuilah kalau waktu dan energimu terbatas. Bukan karena kamu egois, tapi itulah faktanya. Berikanlah batasan, orang lain pun akan mengerti dan menerima.

Bermurah hatilah pada diri sendiri

Kamu bisa kok disukai orang lain tanpa “menjual” jiwa dengan mengikuti apapun yang orang lain inginkan. Jangan biarkan ketakutanmu akan dijauhi atau dibenci menguasai diri. Lakukanlah hal baik karena memang kamu ingin, bukan karena kamu takut kehilangan perhatian dari mereka. [][teks @saesherra/lifehacks | foto berbagai sumber]