Jakarta Biennale 2015 Resmi Berakhir
Seni

Jakarta Biennale 2015 Resmi Berakhir

by Pandu
Tue, 19-Jan-2016

Selama 2 bulan, Jakarta Biennale dihelat di Gudang Sarinah, Pancoran, mulai 15 November 2015 dan sampai pada batas waktu terakhirnya pada 17 Januari 2015. Event ini menghadirkan karya seni lintas garis territorial, yang terfokus pada isu lingkungan, sejarah, serta gender.

Memasuki pameran ke-16 kali, Jakarta Biennale mengusung tema “Maju Kena, Mundur Kena: Bertindak Sekarang”. Sebagai sebuah tinjauan atas masa kini, tanpa terjebak dalam nostalgia akan masa lalu dan utopia masa mendatang.

Pameran akbar seni rupa kontemporer itu tak cuma memajang hasil karya seni tok. Pihak panitia juga menyelenggarakan berbagai rangkaian program publik dan program pendukung seperti akademi, lokakarya, edukasi publik, simposium, tur biennale, weekend market, bahkan konser musik.



Sebagai penutup, band folk asal Surabaya, Silampukau hadir untuk berdendang tentang Kota Pelabuhan. Legenda orkes jalanan asal Jakarta, OM ILER PMR, juga hadir sebagai ‘pukulan terakhir’. Sambil membawa DANGER [Dang Dut Gerobak], Om-Om PMR itu mampu mengubah suasana pameran yang penuh pelintas lalu lalang. Jadi sebuah hajatan kawinan yang padat suka ria sambil berjoged.

Sebelum itu juga ada performance art “Meruwat Jakarta” dari Tisna Sanjaya & Reak. Selama dua bulan, 42 seniman lokal dan 28 seniman mancanegara ikut berkecimpung dalam pameran kontemporer ini. Belum ditambah musisi yang ikut meramaikan pelataran.

Jakarta Biennale pun mendapatkan banyak sekali tanggapan positif, baik itu dari masyarakat, media lokal maupun media internasional. Selamat! [][teks & foto @HaabibOnta]