Tari Balet Berpadu dengan Seni Tradisional
Seni

Tari Balet Berpadu dengan Seni Tradisional

by Yogira
Wed, 05-Oct-2016

Namanya Indonesia Dance Company [IDCo]. Inilah akademi seni tari terkini di Indonesia yang membawa misi pelestarian tari balet sekaligus memperkenalkan gerak tari dan seni budaya tradisional dalam pentas balet mereka.

IDCo menggelar pentas tari “We Dance” di Gedung Kesenian Jakarta, Sabtu [1/10]. Tari balet berpadu padan dengan seni tradisional. Tentu saja, itu jadi pertunjukan unik. Balet berakar dari budaya Eropa. Bagaimana bisa menyatu dengan seni tradisi Indonesia?

IDCo menyiapkan pentas “We Dance” berkat kolaborasi ide: Marlupi Sijangga, Fifi Sijangga, Claresta Alim, dan rekan lainnya. Marlupi adalah penari balet senior. Dia membuat konsep tari balet bernuansa tradisi nusantara bersama Fifi dan Claresta.

“Kami ingin mengenalkan tradisi budaya Indonesia lewat balet. Yang ditampilkan perpaduan tari kontemporer dan tradisional,” kata Claresta.

Maka ketika We Dance dipentaskan, Penonton bisa menikmati tarian balet dengan gerak campuran, diiringi musik nuansa daerah. Dari beberapa tari balet yang dipanggungkan, ada judul 4 tari yang diandalkan, yakni “Sipatmo”, “Psycolor”, “Burn in Passion”, dan “Festivo”.

Tari balet “Sipatmo”, misalnya. Tari ini terinspirasi dari seni cokek dan orkes gambang kromo dengan latar zaman dulu.

Ada 21 penari tampil secara bergiliran. Mereka berusia 13-30 tahun dan memiliki dasar balet dan memang hobi menari.

“Kami harap We Dance jadi sebuah karya yang baik, akan digelar rutin dan pentasnya lebih dekat lagi dengan publik,” kata Fifi Sijangga. [][teks & foto @firza]