Sabdo Pandito Rakjat: Pentas Realitas Rakyat
Seni

Sabdo Pandito Rakjat: Pentas Realitas Rakyat

by Yogira
Tue, 06-Dec-2016

Indonesia Kita kembali menggelar ‘ibadah kebudayaan’. Wadah kreativitas seni pertunjukan ini menampilkan Sabdo Pandito Rakjat. Lakon ini berlaga di Taman Ismail Marzuki [2 & 3/12], dirancang tim kreatif Butet Kartaredjasa, Agus Noor, dan Djaduk Ferianto. Sutradaranya, Sujiwo Tejo.

Sabdo Pandito Rakjat tercetus dari warisan budaya. Maklum, pentas ini untuk mengenang Ki Nartosabdo, maestro dalang wayang kulit dan karawitan.

Pentas ini pun menampilkan aktor-aktor panggung mumpuni, seperti: Marwoto, Cak Lontong, Akbar, Happy Salma, Inayah Wahid, dan Didik Nini Thowok.

Kisahnya tentang seorang dalang [dimainkan Sujiwo Tejo]. Dia menghadapi masalah antara anak dan istrinya, juga koleganya yang kaya raya. Di sisi lain, sang dalang harus berjuang mempertahankan sanggar seni berikut anggotanya, yang mulai berontak tergiur materi. Maka terjadilah konflik antara tokoh-tokohnya. Pertengkaran bahkan perkelahian kian bergejolak demi cita-cita kekuasaan.

Bagusnya, konflik dalam lakon ini lebih sering mengemuka dalam dagelan lucu kelakukan dan celoteh tokoh-tokohnya. Persoalan Indonesia dewasa ini malah jadi ‘santapan’ mereka untuk memperkaya sentilan dialog-dialognya. Tak heran penonton jadi terpancing tawa, khususnya untuk penampilan Marwoto, Cak Lontong, Inayah Wahid dan Trio GAM.

Sabdo Pandito Rakjat jadi semacam relaksasi sekaligus refleksi bagi rakyat Indonesia, yang bingung oleh kegaduhan politik dewasa ini. [][teks @firza | foto @saesherra]