Pentas Politik dengan Canda
Seni

Pentas Politik dengan Canda

by Yogira
Wed, 15-Mar-2017

Indonesia Kita kembali menggelar pentas. Kali ini berjudul “Presiden Kita Tercinta” di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu & Minggu [10 & 11 Maret 2017]. Dengan tema “Lintas Benua, Silang Budaya”, tim kreatif: Butet Kertaredjasa, Agus Noor, dan Djaduk Ferianto bikin pentas politik negeri ini jadi guyonan segar dan menghibur.

Kisahnya tentang orang-orang dalam lingkar kekuasaan. Di situ, ada pasangan suami istri biasa, yang akhirnya terjerumus konflik politik. Ada juga panglima dan prajuritnya. Keberadaan mereka bisa jadi representasi wakil kekuasaan di sebuah negeri. Tentu saja, ada aktor dan aktris lainnya sebagai pemeran pendukung, tapi mereka jadi ‘mata rantai’ tak terpisahkan dari pemeran utama, sehingga pentas ini tidaklah membosankan.  

Akbar dan Cak Lontong kembali tampil. Dalam lakon ini keduanya jadi penasihat presiden. Guyonannya selalu bikin ngakak penonton. Ada juga Netta Kusumah Dewi. Penyanyi asal Bandung ini berperan sebagai tokoh antagonis yang haus akan kekuasaan. Patut diacungi jempol akting Marwoto. Memerankan tokoh presiden, dia memperlihatkan keluguan yang nyentrik dan membumi.

Semua pemanggung dalam lakon ini bisa memompa denyut nurani tentang keadaan politik dewasa ini dengan cara lucu. Namun di sisi lain menyimpan pesan bahwa nafsu kekuasaan hanya akan menghancurkan cinta dan kedamaian antar sesama.

Tak hanya dengan akting dan tarian, makna pentas Presiden Kita Tercinta kian merasuk jiwa dengan lantunan seriosa.

Meski berlimpah dengan canda, lakon ini menyiratkan bobroknya demokrasi melalui dialog dan gestur sindiran para pemainnya.

“Jangan pernah kapok jadi Indonesia.” Demikian pesan dari setiap pemanggungan produksi Indonesia Kita, termasuk lakon guyonan ini. [][teks @firza | foto @saesherra]