Hakim Sarmin Sentil Hukum ‘Gila’
Seni

Hakim Sarmin Sentil Hukum ‘Gila’

by Yogira
Sat, 08-Apr-2017

“Revolusi mental tanpa revolusi hukum adalah omong kosong!”  Itulah pernyataan menyengat sekaligus bernilai kuat, yang jadi bagian pada lakon Hakim Sarmin di Taman Ismail Marzuki, Jakarta [5 & 6/4].

Hakim Sarmin adalah lakon kocak dari kreasi Teater Gandrik Yogyakarta. Naskah ditulis Agus Noor dan sutradaranya, Djaduk Ferianto. Dengan pemain dan awak produksi yang sudah makam asam garam di dunia teater, termasuk pemeran utamanya, Butet Kartaredjasa.

Judulnya saja Hakim Sarmin. Tentu saja, kisahnya berkelindan dengan persoalan hukum. Tapi, hukum yang bagaimana?

Kisahnya tentang sejumlah hakim yang dianggap gila. Mereka ditampung di pusat rehabilitasi “Sumber Waras”. Salah satu pasiennya, Hakim Sarmin. Ternyata Hakim Sarmin bersekongkol dengan hakim lainnya yang dianggap gila. Padahal mereka benar-benar waras.

Pimpinan Pusat Rehabilitasi, bernama Dokter Menawi mencoba memasuki pikiran para hakim. Dia bahkan ‘berperang’ gagasan dengannya. Yup, gagasan untuk merebut kekuasaan politis sebuah negeri,  yang carut marut dengan pelbagai persoalan gila, terutama penyakit korupsi.

“Kegilaan dimulai dari pikiran. Revolusi selalu diawali oleh mereka yang gila. Kegilaan sudah jadi trend” kata Hakim Sarmin.

Dengan  dialog kocak yang merangsang otak, Lakon Hakim Sarmin mencoba menggali lebih santai realitas negeri kita hari ini. Para pemainnya tampak bermain seperti spontan. Layak aplaus utk akting Butet Kartaredjasa [Hakim Sarmin] dan Susilo Nugroho [Dokter Manawi].

Ketika keadilan dan kegilaan sulit dibedakan, Lakon Hakim Sarmin bisa menjadi hiburan cerdas untuk merenungi bangsa dan negara saat ini. [][teks @firza | foto @saesherra]