Laskar Bayaran: Ketika Koloni Kuasai Korporasi Global
Seni

Laskar Bayaran: Ketika Koloni Kuasai Korporasi Global

by Andiska
Mon, 04-Sep-2017

Indonesia Kita menggelar pertunjukan ke-25 dengan naskah "Laskar Bayaran". Gaya futuristik berlatar tahun 2099 membungkus lakon yang bercerita tentang korporasi global bernama Paradise Capitol Corporation. Masalah kehidupan, cinta, pikiran, bahkan kegiatan ritual pun diatur secara ketat dan ada pajaknya. Rakyat hidup terikat pajak, bahkan roh-roh pun perlu bayar pajak juga.

Digambarkan berlokasi di Bali, korporasi ini mengharuskan seluruh rakyat hidup di sana untuk mematuhi semua peraturan yang serba tertib. Laskar Bayaran dibentuk untuk mengawasi dan mengontrol kehidupan rakyat hingga para roh agar ketertiban Paradise Capitol Corporation tetap terjaga. 

Set panggung dan latar wayang listrik berteknologi tinggi sengaja dibuat sedemikian rupa untuk memberikan sentuhan baru buat penonton. Ada satu wilayah yang misterius dan gaib yang bernama Hutan Gandamayu, yang dihuni roh-roh yang berniat melakukan pemberontakan terhadap kapitalisme Paradise Capitol Corporation dan leluhur bernama The Last Bules yang dilestarikan untuk mempertahankan aset turisme.

Di tengah kehidupan yang serba tertib, Cak Lontong dan Akbar hadir memerankan tokoh Louis Lontong dan Guide. Louis Lontong datang dari Prancis untuk mencari leluhurnya di Paradise Capitol Corporation. Tektok berdialog ceplas-ceplos yang sudah kawin antara mereka berdua berhasil membuat tawa penonton.

Louis Lontong dan Guide kemudian bertemu pemimpin Paradise Capitol Corporation. Sebagai rakyat pendatang baru Louis Lontong langsung dikenakan pajak. Sempat terkejut dan menyindir kapitalisme Paradise Capitol Corporation, Louis Lontong kemudian tidak mempermasalahkan pajak-pajak tersebut karena perhatiannya teralihkan kepada putri cantik yang merupakan anak angkat pemimpin Paradise Capitol Corporation.