LIFEs 2017: Membaca Amerika Latin: VIVA! REBORN!
Seni

LIFEs 2017: Membaca Amerika Latin: VIVA! REBORN!

by Intern 2
Fri, 13-Oct-2017

Literature and Ideas Festival [LIFEs] merupakan bentuk baru Biennale Sastra Salihara diadakan setiap tahun sejak 2011. Jika Biennale Sastra lebih banyak menampilkan program-program pembacaan, LIFEs akan lebih mengedepankan perbincangan tentang ide dan gagasan.

Tahun ini, LIFEs mengangkat tema "Membaca Amerika Latin: VIVA! REBORN!". Amerika Latin dipilih karena menawarkan banyak pemikiran penting yang bisa dipelajari. Sebut saja, di antaranya yaitu, genre sastra realisme magis, gerakan politik adat dan sosialis, teologi pembebasan, teori ketergantungan, dan sebagainya.  

“Amerika Latin selalu lantang dan menantang,” sebut Ayu Utami, Direktur LIFEs dan Kurator Sastra Komunitas Salihara.

Selain karya sastranya yang mendunia, Ayu Utami mengatakan, Amerika Latin juga bisa diperbandingkan dengan Indonesia. Dari sejarah kolonialisme, rezim militer dan demokrasi, masalah lingkungan hingga pertemuan agama Abrahamik dan agama lokal.

Selama tiga minggu, LIFEs menghadirkan forum-forum diskusi yang membicarakan tentang hal-hal tersebut. Adapun dalam Pentas Sastra, selain makan malam, pentas musik dan seni pertunjukan, LIFEs juga mempertemukan sastrawan Indonesia dan Amerika Latin dalam satu panggung yang berjudul Pentas Malam: Sajian dari Selatan. Setelah pembacaan singkat, para sastrawan akan berbincang-bincang tentang isu-isu mutakhir yang terjadi di dunia ketiga, misalnya problematika politik dan iman.

Selain itu turut diundang Ziggy Zezsyazioviennazabriskie dan Feby Indirani. Sementara dari Amerika Latin, ada Carmen Boullosa [Meksiko] yang karyanya menyuarakan feminisme dan Héctor Abad Faciolince [Kolombia] yang dikenal sebagai sastrawan pasca-El Boom, gejala sastra Amerika Latin yang mendunia pada 1960-1980an.

Dalam LIFEs, pengunjung juga bisa berpartisipasi dalam program lokakarya. Di antaranya adalah What’s in a Name? yang akan mengembangkan narasi tulisan dari sebuah nama, bersama Sergio Chejfec, penulis Argentina. Juga ada lokakarya Seruput Cerita yang akan mengelaborasikan kopi dan fiksi yang diampu Yusi Avianto Pareanom.

LIFEs yang terbuka untuk semua kalangan ini juga akan mengadakan bazaar buku dalam empat hari penuh, pemutaran film-film penting Amerika Latin serta kolaborasi pertunjukan dan pameran seni rupa.

LIFEs 2017 akan ditutup oleh ceramah pamungkas dari M. Chatib Basri dan penampilan duet musik Indonesia-Venezuela. LIFEs 2017, yang akan berlangsung pada 07-28 Oktober 2017 di Komunitas Salihara, serta didukung oleh Kedutaan Besar Cile, Brasil, Argentina, Meksiko, Kolombia, Spanyol, Kuba, Venezuela dan Swiss yang berada di Indonesia. [][teks @apra_manuela/PR l foto salihara.org, @apra_manuela]