}
Puisi Menolak Korupsi Kepala Daerah
Seni

Puisi Menolak Korupsi Kepala Daerah

by Yogira
Tue, 08-May-2018

Saking kronisnya penyakit korupsi di negeri ini, pelbagai gerakan moral bermunculan. Salah satunya gerakan Puisi Menolak Korupsi [PMK]. Tanpa embel-embel lembaga hukum, bahkan tanpa kantor resmi, PMK terus bergulir sejak Mei 2013 dengan menerbitkan 11 buku antologi sebagai representasi puitis para penulisnya, yang kerapkali gerah dengan persoalan korupsi.

Setelah mengadakan road show secara bergiliran di sejumlah daerah di Nusantara, PMK baru-baru ini menggelar acara roadshow ke-51 di Perpustakaan Gedung MPR, Jakarta, [05/05].

Koordinator acara, Na Dhien menyebutkan, selain meluncurkan buku antologi PMK edisi 6 dengan tema “Korupsi Kepala Daerah”, pada roadshow-nya yang teranyar ini, sejumlah penyair dari berbagai daerah hadir untuk membacakan puisi menolak korupsi.

Tak kalah menariknya, road show PMK kali ini pun menyajikan diskusi, yang menghadirkan narasumber Rommy Iman Sulaiman dari Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] dan Sosiawan Leak [koordinator PMK]. Panitia mengundang juga tiga orang dari perwakilan DPR/MPR, namun sayang mereka tidak hadir. Diskusi tetap berjalan lancar dengan moderator penyair Budhi Setyawan.

“Banyak puisi-puisi tentang korupsi yang menarik dalam buku ini. Masing-masing punya daya ungkap berbeda-beda, ada yang mengandalkan metafora, ada pula yang mengandalkan data, tapi mengolahnya secara cerdas. Dengan menyorot persoalan korupsi yang kepala daerah, kita berharap buku ini bisa memberikan pencerahan Pilkada yang bersih,” jelas Sosiawan Leak.

Sementara itu, Rommy Iman Sulaiman mengungkapkan bahwa KPK sangat mendukung PMK karena gerakannya bernilai pendidikan anti korupsi. Ini akan jadi sosialisasi yang penting untuk generasi sekarang dan mendatang tentang pentingnya kesadaran anti-korupsi. [][teks yogirudiat | foto @syahrima]