Lagu Tahanan Politik 65 Dibunyikan Lagi
Seni

Lagu Tahanan Politik 65 Dibunyikan Lagi

by Pandu
Thu, 27-Aug-2015

Seniman asal Bali, Komunitas 65 dan Koalisi untuk Keadilan dan Pengungkapan Kebenaran [KPKK] merilis sebuah album berikut buku berjudul Prison Song: Nyanyian Yang Dibungkam.

Karya ini merupakan sebuah penyelamatan lagu-lagu yang diciptakan TaPol tahun 65 akibat Tragedi G-30S sekaligus sebagai jembatan atas sejarah yang bias tercecer karena telah dibentuk ulang oleh pemerintahan Orde Baru. Lagu-lagu tersebut kemudian diaransemen oleh musisi yang terlibat proyek ini.

Ada 6 orang musisi yang mengisi album ini. Mereka adalah: Dankie [Navicula/Dialog Dini Hari], Jerinx [SID], Man Angga [Nostress], Banda Neira, Made Mawut, dan Kupit [Nosstress].

Di sela-sela waktu mengopi, Kopit mengatakan bahwa pengerjaan album ini cepat, hanya perlu waktu sekitar 3-4 bulan. Menurutnya, yang lama justru itu untuk waktu riset dan penulisan buku.

“Kami perlu waktu sampai 4 tahun lamanya. Karena beberapa dari narsum ada yang sudah lupa lirik atau cuma ingat sepenggal bagia lagu,” tutur Kupit dengan logat Bali yang kental.

Proyek ini diprakarsai anak-anak muda di Komunitas 65, Bali. Motifnya: merasa ada distorsi informasi tentang kejadian tahun '65. Mereka mulai mengumpulkan informasi tentang lagu-lagu TaPol ini.

Lewat karya ini, Komunitas 65 tidak bermaksud untuk menyulut dendam masa lalu, tapi berusaha mengajak kaum muda untuk peduli akan Pelanggaran HAM berat yang terjadi di masa itu. [][teks & foto @HaabibOnta]