Ahmed Muhamed: Bom, Islamphobia & Simpati Dunia
Social

Ahmed Muhamed: Bom, Islamphobia & Simpati Dunia

by Yogira
Mon, 21-Sep-2015

Ahmed Muhamed [14 tahun], remaja asal Texas Amerika, yang semula dituduh bikin bom, akhirnya mendapatkan banyak simpati berkat karyanya berupa jam digital. Nama Ahmed Muhamed langsung mencuat ke media seantero dunia. Maklum, remaja berkacamata ini sempat menggegerkan Sekolah Menengah Atas MacArthur di Irving, Texas AS.

Dia dituduh sebagai perakit bom. Tentu, Ahmed kebingungan karena dia diinterograsi, diborgol, dan dibawa pihak berwajib untuk pemeriksaan. Ahmed menolak tuduhan. Dia membantah tidak merakit bom, tapi merakit jam digital, yang akan dipresentasikan kepada gurunya.

Setelah diselidiki, Ahmed pun dilepas. Dia bebas dari tuduhan. Kejadian inilah yang mengundang simpati banyak orang. Salah satunya adalah Amneh Jafari. Menurut pemberitaan BBC, Amneh adalah orang yang pertama kali memberikan simpati pada twitter dengan tagar #IStandWithAhmed.

"If his name was John he would be labelled as a genius. Since its Ahmed he's labelled as a "suspect". #doublestandards #IStandWithAhmed." Demikian komentar Amneh Jafari, orang yang pertama mengangkat isu Ahmed ke media sosial.

Ahmed Muhamed mendadak populer. Namanya jadi trending topic di twitter. Orang-orang penting kelas dunia memberikan apresiasi kepadanya, termasuk presiden Amerika, Barack Obama. 

"Cool clock, Ahmed. Want to bring it to the White House? We should inspire more kids like you to like science. It's what makes America great." Demikian kicau Obama di akun twitter-nya.

Kabarnya, Ahmed pun mendapatkan undangan agar hadir pada sebuah acara di Gedung Putih, Washington. Setelah itu, undangan lainnya terus menghampirinya untuk berbagai acara.

“Saya senang bisa ke Gedung Putih. Tapi ada beberapa undangan lagi yang harus saya datangi. Saya cape dengan ini. Saya hanya ingin jam tangan saya kembali,” kata Ahmed, seperti diberitakan theguardian.com.

Tak ketinggalan, dedengkot facebook, Mark Zuckerberg sangat ingin bertemu dengan Ahmed. Zuckerberg dengan senang hati kalau Ahmed may datang ke kantor Facebook.

"Having the skill and ambition to build something cool should lead to applause, not arrest. The future belongs to people like Ahmed," kata Zuckerberg.

Ya, memang faktanya sejak 17 September 2015, nama Ahmed Muhamed begitu cepat melesat dalam kancah media sosial, juga pemberitaan media massa di berbagai negara. Ahmed yang terlahir dari keluarga Muslim imigran Sudan di Amerika otomatis bak selebritis. Meski masih muda, banyak menyebutnya sebagai saintis.

Namun, di balik itu, masih ada pertanyaan besar atas penangkapan Ahmed dan juga simpati pemerintah Amerika terhadapnya. Apakah Ahmed ditangkap karena sebagian warga Amerika masih Islam phobia, terutama pasca insiden WTC 11 September 2001?

Apakah simpati Presiden Obama kepada Ahmed sekedar ‘membersihkan nama’ Amerika di  mata dunia dalam penanganan urusan HAM, khususnya dalam hal ini sentimen agama, yang tergolong SARA? [][teks @firza/berbagai sumber | foto courtesy of dallasnews.com, metro.co.uk]