Polished Man, Saatnya Pria Menentang Kekerasan Terhadap Anak
Social

Polished Man, Saatnya Pria Menentang Kekerasan Terhadap Anak

by Dedi
Tue, 13-Oct-2015

Belakangan ini banyak pria mem-post foto dirinya memamerkan sebuah kuku jari yang berwarna di instagram dengan hashtag #PolishedMan.


Ternyata para pria itu bukan sedang ikutan trend fashion baru, melainkan mengikuti sebuah gerakan media sosial yang menentang kekerasan terhadap anak. Sebuah jari yang diwarnai tersebut melambangkan bahwa 1 dari 5 anak akan menjadi korban kekerasan sebelum mereka mencapai umur 18 tahun.

Sebanyak 96% kekerasan pada anak dilakukan oleh pria. Karenanya, gerakan ditujukan kepada para pria yang menginginkan perubahan. Gerakan ini diprakarsai Elliot Costello, CEO lembaga non-profit YGAP yang terinspirasi dari seorang anak korban kekerasan, Thea di Kamboja pada tahun 2013.  
Costello bersumpah selalu mewarnai sebuah kuku jarinya sebagai pengingat akan harapan dan semangat Thea dan semua anak korban kekerasan lainnya.

Selebritas seperti Hugh Jackman dan Alec Baldwin ikut berpartisipasi di gerakan ini termasuk turut serta dalam mengumpulkan donasi untuk anak korban kekerasan. Gerakan ini telah diikuti oleh 91.000 orang dan telah menghimpun donasi sebesar US$ 169,087 pada tahun lalu.

Berdasarkan data Lembaga Perlindungan Anak, dalam kurun waktu 2010-2014, tercatat 21,6 juta kasus pelanggaran hak anak di Indonesia.
Dari jumlah tersebut, 58 persen dikategorikan sebagai kejahatan seksual. Sisanya berupa kekerasan fisik, penelantaran, dan lainnya.

Jadi kapankah kita akan memulai gerakan yang serupa di sini? [][teks @dd_sarwono/ygap.com.au/polishedman.com/harianterbit.com | foto ygap.com.au/polishedman.com]