Belajar di Jawa, Bule Jualan Tempe di London
Social

Belajar di Jawa, Bule Jualan Tempe di London

by Sherra
Fri, 16-Oct-2015

Tempe mulai dikenal di London berawal dari seorang warga Inggris, William Mitchel yang membuat dan menjual tempe di Ibukota Inggris itu. Ia membuka warung tenda yang dinamakan "Warung Tempeh" sejak sekitar satu setengah tahun lalu di satu pasar di London. Kok bisa ya dia bikin tempe?

Nah, awalnya ia datang ke Indonesia untuk mengajar bahasa Inggris 20 tahun lalu, yakni 1995. Sejak saat itu, tempe jadi makanan favoritnya.

"Saya ingat, pertama kali saya makan tempe di Kelapa Gading. Apa ini? Warnanya cokelat. Dimakan, ternyata enak. Tiap hari makan tempe, itu tempe orek. Sudah biasa makan tempe tiap hari, 7 tahun di Indonesia makan tempe di warteg," katanya.

Sejak kembali ke negaranya tahun 2013, William nggak pernah menemukan tempe berkualitas bagus dan memutuskan untuk membuat sendiri. William akhirnya kembali ke Indonesia khusus untuk belajar tempe dengan berbagai pabrik dan tukang tempe di sejumlah kota, seperti Malang, Blitar, Yogya, dan Bandung.

"Sedikit beda, di sini dingin. Kalau di Jawa, bikin tempe bisa di luar. Tapi di sini perlu inkubator. Di sini saya belajar 3-4 bulan sampai bagus. Dan saya pikir sekarang tempe saya, uenak!'"tambahnya.

Dari akun facebook Warung Tempeh, beberapa menu tempe yang ditawarkan oleh William yakni kari tempeh kuning, tempeh jinten, dan tempeh wrap.


Tempeh Wrap - 'Satay' Sauce with Almond Butter