Kata Siapa Smartphone Menyebabkan Isolasi Sosial?
Social

Kata Siapa Smartphone Menyebabkan Isolasi Sosial?

by Dedi
Mon, 09-Nov-2015

Sekelompok remaja memeriksa smartphone sambil nongkrong, penumpang commuter line duduk dan melihat ke gadgetnya sambil menunggu sampai ke tujuan.

Banyak lagi contoh pemandangan keseharian yang kita lihat di sekeliling kita. Intinya teknologi, terutama smartphone, katanya membuat kita terputus dari orang lain, benarkah itu?  

Dasarnya orang memang suka mengkritik kondisi masa kini dan meromantiskan masa lalu. Makanya kalimat "Wah enakan jaman dulu!" sering kali kita dengar. Dan di jaman informasi teknologi yang berkembang pesat ini, nggak heran kalau smartphone akhirnya dikambinghitamkan sebagai perusak interaksi sosial. Bahkan banyak artikel, ilustrasi dan meme di internet yang merupakan sentilan mengenai perilaku manusia yang katanya menjadi individualis karena teknologi.

Sebenarnya smartphone cuma alat komunikasi. Instrumen yang memungkinkan kita berinteraksi walau dengan cara yang tak mungkin dilakukan sebelumnya.

Smartphone menghubungkan kita dengan dunia melalui sosial media [seperti Facebook dan Twitter] dan messenger apps [seperti BBM, Whatsapp, dan Line]. Jadi sebenarnya kita masih bersosialisasi kok, tapi bukan [hanya] dengan orang di sekitar kita, melainkan juga dengan orang di luar sana yang kita ingin berinteraksi.

Nggak ada salahnya kan berbicara dengan seseorang yang menyenangkan di belahan dunia lain daripada dengan orang yang membosankan di sebelah rumah? Dikatakan bahwa kita harus memprioritaskan interaksi fisik. Memang benar, untuk hal tertentu seperti di lingkungan kerja dan lingkungan sekeliling kita.

Seharusnya tiap orang bebas memilih untuk berinteraksi dengan siapapun dan dengan cara apapun tanpa dihakimi oleh orang lain untuk alasan apapun. Kadang kita mengalami hari yang buruk dan memutuskan untuk melihat sosmed atau mendengarkan musik di smartphone-nya untuk bersantai, atau hanya sekadar untuk menghilangkan kecanggungan karena situasi tertentu. Tapi intinya kita tidak bisa menghakimi seseorang karenanya.

Pew Research Center mengatakan pengguna internet dan sosmed memiliki jaringan sosial yang beragam latar belakangnya hingga 20% lebih banyak dibanding yang tidak menggunakannya. Teknologi digital 10 tahun terakhir ini telah membuat interaksi antar manusia jauh lebih pesat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Adalah sebuah keajaiban kita bisa punya teman baru, berbagi ide, belajar hal baru dan bahkan membuka bisnis hanya dengan menekan tombol di ponsel kita.

Teknologi bukanlah musuh kita. Semua tergantung bagaimana kita memanfaatkannya dan menyikapinya. Jadi terimalah dengan tangan terbuka. [][teks @dd_sarwono/medium.com | foto youinc.com/jokohariyanto.tumbir.com]