Nah, Inilah Tempat Sampah Lautan
Social

Nah, Inilah Tempat Sampah Lautan

by Pandu
Tue, 29-Dec-2015

Sejak Pulau Sampah Raksasa ditemukan di Samudera Pasifik tahun 1988, banyak orang mulai bertanya, apakah benar sampah itu hasil produksi manusia? Yap, betul semua itu plastik yang dibuang ke laut dan tak bisa didaur ulang oleh air.

Luas Pulau Sampah itu kini mencapai 700.000 km, sama dengan luas ibukota Jakarta. Mengenaskan? Iya.

Karena itulah,  dua peselancar asal Australia, Pete Ceglinski dan Andrew Turton menciptakan tempat sampah khusus untuk di laut, namanya Seabin. Bentuk Seabin seperti tempat sampah pada umumnya, memanfaatkan tenaga penyedot dari gelombang ombak ditambah penyaring sampah dan oli.

Alat ini bisa bekerja selama 24 jam sehari selama seminggu penuh. Tanpa perlu bahan bakar tambahan. Pete Ceglinski dan Andrew Turton menargetkan Seabin bisa ditaruh di dermaga, pelabuhan, yacht club, pantai, sungai bahkan danau.

Namun ada problem utama terkait seabin, yakni anggapan keliru masyarakat luas bahwa perairan luas adalah tempat sampah alami. Sekali buang, sampah akan menghilang karena terbawa arus. Padahal tidak begitu. Sampah tetap utuh, membentuk gundukan bahkan pulau.

Seabin Project

Masalah bagi Pete dan Andrew sekarang adalah modal untuk memproduksi Seabin yang harus lebih banyak. Meski ide ini bagus, toh belum ada pemodal yang berinvestasi untuk membantu dua orang itu. Pete dan Andrew masih mengerjakan projek ini secara DIY [do it yourself] dan bantuan dana dari crowdfunding.

Rencana jangka panjangnya, mereka bisa menaruh Seabin di seluruh dermaga di Australia. Dengan begitu, mereka bisa mencegah laut dari pencemaran. Lagipula, jarang ada badai besar terjadi di daerah dermaga. Jadi, risiko kerusakan Seabin juga ikut berkurang.

“Bayangkan jika Seabin ada di seluruh pesisir pantai dunia, kita bisa menangkap sampah plastik dan mendaur ulangnya. Ramah lingkungan dan digerakkan oleh tenaga ombak!” tegas Pete. Tapi ia juga realistis jika mimpi itu perlu waktu sebelum terealisasi. [][teks @HaabibOnta | foto & sumber berbagai media]