Untuk Kamu yang Sudah “Meminjam Uangku”
Social

Untuk Kamu yang Sudah “Meminjam Uangku”

by Hagi
Tue, 17-May-2016

Fenomena pinjam-meminjam uang di antara teman itu wajar. Kadang memang ada kebutuhan mendadak yang harus segera ditutupi. Tapi, saat meminjam uang dari teman, apakah kita bisa segera melunasinya?

Sebelum pinjam uang, coba kita baca sekilas, curhatan orang yang dipinjami uang dulu yaa..

» Seringkali aku menghubungimu memang hanya ingin tahu kabarmu, bukan karena ingin menagih utang.

» Tapi ketika kamu bilang “1 bulan”, bukankah wajar jika aku menanyakan hal ini 1 bulan kemudian?

» Dan bukankah wajar, aku kembali menagih saat melihatmu pergi berlibur dan selfie dengan smartphone barumu?

» Ketika itu kamu butuh. Sejujurnya, saat ini aku yang butuh.

» Dan kamu jadi galak ketika aku meminta uangku kembali.

» Ya sudah, aku ikhlaskan.

» Lalu, suatu hari, kamu datang lagi, dan bilang lagi, “Aku sedang butuh uang, aku mau pinjam lagi.”

» Menurutmu, aku mesti bilang apa kali ini?


Fakta Meminjamkan Uang ke Teman
» Menurut survey CNN Money, 43% orang yang meminjamkan uangnya tidak menerima uangnya kembali secara utuh.

» Survey yang sama menyebut, 23% di antaranya bahkan tidak menerima uangnya kembali sama sekali.

» Tidak ada salahnya menuliskan pinjaman uang tersebut dengan semacam surat perjanjian, untuk menjaga perasaan masing-masing pihak.

» Ingat, utang akan membuat diri “Merasa Hina di Siang Hari dan Gelisah di Malam Hari”.

» Jadi, kamu masih mau minjem duit? [][teks @evaevilia/FB Kita Muda | foto freeimages.com]