7 Alasan Kenaikan Kristus ke Surga
Social

7 Alasan Kenaikan Kristus ke Surga

by Pohan
Wed, 06-May-2015

Kenaikan Yesus Kristus atau dikenal Kenaikan Isa Almasih merupakan hari raya umat Kristen untuk memperingati kenaikan Yesus ke surga.

Perayaan selalu jatuh pada hari Kamis, 40 hari setelah Hari Raya Paskah, 10 hari sebelum Hari Raya Pentakosta [berakhirnya tradisi perayaan selama tujuh minggu, ketika umat Israel merayakan Paskah], dan tahun ini diperingati tanggal 14 Mei 2015.

Kenaikan Kristus adalah doktrin yang paling menentukan segala sesuatu yang dikerjakan oleh Kristus di dunia, baik pada masa lalu maupun masa depan. Berikut 7 implikasi dari Kenaikan Kristus ke surga:

1. Pelengkap bagi kebangkitan-Nya
Meskipun dari beberapa pernyataan dalam Kitab PB [Perjanjian Baru] mungkin dapat ditarik kesimpulan bahwa pemuliaan Kristus terjadi bersamaan dengan kebangkitan-Nya, namun kebangkitan itu tetap dimengerti sebagai penaklukan atas maut sedangkan kenaikan dan pemuliaan merupakan pengertian tersendiri yang menonjolkan status surgawi Kristus. Sebagai penakluk maut, Kristus menjadi yang sulung di antara umat-Nya. Sedangkan sebagai Kristus yang sudah naik, Ia meneruskan kemenangan kebangkitan-Nya itu sehingga menjadi suatu pelayanan yang mulia demi umat-Nya. Maka dapat dikatakan bahwa kebangkitan tanpa kenaikan akan menyebabkan beberapa unsur penting dalam ajaran Kristen tidak dapat dijelaskan.

2. Permulaan pemuliaan dan penobatan-Nya sebagai Raja 
Pernyataan di dalam Surat Filipi pasal dua bahwa Yesus sangat ditinggikan dan diberi nama Tuhan memperlihatkan akibat yang penting dan langsung dari kenaikan-Nya. Penobatan Kristus sebagai Raja dimaksudkan sebagai cara menunjukkan kedaulatan-Nya atas seluruh ciptaan. Pada akhirnya, sebagai hasil dari penobatan ini, Kristus dijamin akan memperoleh penghormatan dari seluruh makhluk. Oleh karena itu, kedudukan Kristus sekarang yang berada di sebelah kanan Allah Bapa sangat penting bagi orang-orang percaya sebagai dasar yang memberi kekuatan iman. Dengan demikian, Kristus tidak hanya dilihat sebagai pencipta dunia, tapi sekarang Dia adalah sebagai penopang-Nya.

3. Permulaan pelayanan-Nya sebagai pengantara atau Juru Syafaat 
Sama seperti halnya dengan imam besar bangsa Yahudi yang pekerjaannya sebagai pengantara bergantung pada diperolehnya kesempatan untuk masuk ke dalam tempat yang mahakudus. Pekerjaan Kristus pun demikian. Dia sebagai pengantara antara Allah dan manusia bergantung pada masuknya pengantara itu ke surga.

4. Penggenapan misi-Nya 
Misi Kristus di dunia yang dimulai dengan inkarnasi diakhiri dengan asensi atau kenaikan. Oleh karena tujuan misi itu ialah penebusan dosa manusia, kenaikan Kristus menandakan selesainya misi tersebut. Dalam inkarnasi Allah menjadi manusia; dalam asensi manusia Ilahi kembali kepada Allah. Kristus bukan hanya menebus dosa manusia melalui kematian-Nya, tetapi dengan kenaikan-Nya Ia membawa bukti penebusan itu ke dalam hadirat Bapa.

5. Penentu penganugerahan Roh Kudus
Yesus sendiri menyatakan di dalam Yohanes 7:39 bahwa Roh Kudus baru diberikan apabila Ia telah dimuliakan. Hal ini sesuai dengan Efesus 4:8 [yang didasarkan pada Mazmur 68:19] yang mengatakan bahwa pemberian-pemberian diberikan sesudah kenaikan. Karena itu, Pentakosta baru dapat terjadi sesudah kenaikan Yesus.

6. Pembuka jalan masuk bagi orang-orang percaya

Sebagai akibat kebangkitan-Nya, Kristus dinyatakan sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Dengan demikian, Ia melibatkan semua orang percaya dalam kebangkitan dan kenaikan-Nya sendiri. Ia yang memperoleh jalan masuk kepada Bapa sudah memperoleh hak itu juga bagi semua orang yang dipersatukan dengan Dia. Inilah sumber keyakinan kita yang datang sebagai hasil dari pekerjaan-Nya, suatu jalan “yang baru dan yang hidup” [Ibrani 12:20], yang dibuat dan dijadikan pasti melalui penebusan dosa.

7. Permulaan zaman baru
Zaman sekarang ini dibatasi oleh dua peristiwa, yaitu kenaikan Kristus pada mulanya dan kedatangan-Nya kembali ke dunia ini pada akhirnya. Kunci zaman sekarang ini terdapat dalam pemberitahuan malaikat di dalam Kisah Para Rasul 1:11, yang menghubungkan kenaikan Kristus dengan kedatangan-Nya kembali. Zaman ini ialah zaman Tuhan yang sudah bangkit dan dinobatkan sebagai Raja, Tuhan yang sedang berkarya sebagai pengantara bagi umat-Nya, Tuhan yang akan datang kembali pada akhir zaman untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati. [][teks @pohanpow/kamiorangkristencintaindonesia.blogspot.com | foto dok. buzzerg.com, hdwallsize.com]