Teluknaga dan Cikal Bakal Suku Betawi
Social

Teluknaga dan Cikal Bakal Suku Betawi

by Pandu
Fri, 23-Dec-2016

Nama Teluknaga aslinya gabungan kata Teluk dan Naga. Tempat ini sebetulnya situs penting bagi perkembangan sejarah budaya Betawi. Karena tanpanya, bisa jadi, Betawi tak akan mengenal Ondel-ondel atau dodol.

Sejak abad ke-15, Teluknaga yang merupakan muara Sungai Cisadane, dipakai oleh Pedagang Tionghoa untuk berlabuh. Karena kebanyakan mereka pakai kapal berkepala naga, lahirlah nama Teluknaga. Tapi juga ada cerita rakyat yang bilang kalau dulu ada Naga yang beristirahat dekat muara.

Ketika interaksi Kerajaan Sunda dan pedagang Tionghoa makin erat. Terjadilah perkawinan campur antara Sembilan putri Tionghoa dan patih setempat. Lalu dibuatlah Masjid Kalipasir dan Klenteng Boen Tek Bio yang bersebelahan. Menara adzan dibentuk mirip pagoda dan ada ukiran bunga teratai di atas kubah masjid. Pada masanya, jamaah shalat biasa ambil wudhu di klenteng.

Selain bangunan, percampuran budaya juga melahirkan Tari Cokek yang dipakai untuk hiburan saat pesta perkawinan. Ketika pedagang Arab mulai ikut berbaur serta ditambah pengaruh budaya Sunda. Maka lahirlah Suku Betawi, yang termuda di antara suku yang lain di Nusantara.

Orang Betawi Teluknaga disebut juga Betawi Pesisir atau Betawi Udik. Di antara mereka lahir seorang jagoan penentang Belanda, bernama Syeh Al-Ayubi atau Si Ayub. Ia yatim piatu yang dibesarkan orang Tionghoa serta diajari silat dan berguru ilmu agama pada Haji Kosim. [][teks @haabibonta | sumber kompas.com, tangerangonline.com | foto pinterest]