Jangan Cuma Pengin Liburnya, Kenali Juga Isra' Mi'raj
Social

Jangan Cuma Pengin Liburnya, Kenali Juga Isra' Mi'raj

by Pohan
Wed, 06-May-2015

Seneng dong lihat tanggal merah, 16 Mei nanti. Itu hari libur nasional untuk memperingati Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Tapi alangkah baiknya, kita nggak cuma pengin liburnya. Mengenali Isra' Mi'raj jadi nilai plus tersendiri, terutama bagi yang belum tahu sama sekali.

Persoalan Isra' Mi'raj nggak akan pernah lekang dimakan zaman. Maklum, ini sejarah penting bagi umat Islam. Peristiwa ini adalah dua bagian dari perjalanan yang Nabi Muhammad SAW dalam waktu satu malam dari bumi ke langit dengan menunggang Buraq, yang kecepatannya tak tertandingi pesawat manapun.

Isra’ dan Mi’raj tidak sama dan memiliki dua cerita perjalanan yang berbeda. Isra’ merupakan kisah perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Yerussalem. Sedangkan Mi’raj merupakan peristiwa perjalanan Nabi dari bumi naik ke langit ketujuh dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha [akhir penggapaian] untuk menerima perintah dari Allah SWT.

Dua peristiwa tersebut terjadi pada waktu yang bersamaan maka disebut Isra’ Mi’raj. Ketika Rasulullah SAW masih hidup, beliau tidak pernah merayakannya. Begitu pula para sahabat.

Pada perkembangannya, ulama berpandangan beda terkait perayaan Isra' Mi’raj. Ada ulama yang membid’ahkan perayaan Isra' Mi'raj, biasanya berargumen bahwa apa saja kegiatan keagamaan yang tidak dicontohkan Rasulullah SAW dan para sahabat, berarti hukumnya bid’ah. Bagi yang menilainya,  semua jenis bid’ah itu sesat dan orang sesat itu tempatnya di neraka. 

Mereka umumnya sangat kuatir kalau urusan mengadakan perayaan seperti Maulid, Isra' Mi’raj, dan Nuzulul Qur’an akan menyeret diri mereka ke neraka. Dalilnya sederhana saja, karena semua itu tidak pernah dilakukan di zaman Nabi. Maka siapa saja yang melakukannya dianggap telah membuat agama baru dan tempatnya kekal di dalam neraka.

Adapula ulama yang membolehkan meski di zaman Nabi tidak pernah dilakukan, namun menurut mereka tidak lantas kegiatan seperti itu bisa dianggap sebagai bid’ah sesat dan membawa ke neraka.

Sebab yang termasuk bid’ah hanyalah bisa seseorang menambah ritual peribadatan, seperti shalat yang ditambahi rukun atau rakaatnya. Sedangkan kegiatan peringatan Maulid Nabi, menurut mereka, tidak ada kaitannya dengan ibadah ritual, namun lebih terkait dengan masalah teknis muamalah.

Dalam masalah muamalah, prinsipnya apapun boleh dilakukan selama tidak melanggar hal-hal yang memang secara tegas dilarang.

Hikmah Peristiwa Isra' Mi'raj:

  1. Isra' Mi'raj adalah perjalanan yang nyata bukan khayalan Rasulullah.
  2. Isra' Mi'raj adalah jamuan kemuliaan dari Allah untuk Rasulullah SAW, sekaligus penghibur hati, obat kesedihan yang dialami Rasulullah. Sebab sebelumnya, beliau SAW bersedih atas meninggalnya Abu Thalib dan Khadijah Ra [amul huzni], juga mengalami pengusiran saat berdakwah di Thaif.
  3. Isra' Mi'raj bukanlah peristiwa yang sederhana, bahkan menjadi bukti akan kebesaran Allah. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam surat Al Isra' 1 dan An Najm 13-18.
  4. Isra' Mi'raj adalah pembuktian bahwa risalah yang dibawa oleh Rasulullah adalah bersifat universal. Isra adalah perjalanan Rasulullah melintasi ribuan kilometer dari Mekkah ke Jerussalem. Hal ini menunjukkan bahwa syariat Islam diperuntukkan bukan hanya untuk penduduk Mekkah, melainkan seluruh umat manusia.
  5. Dalam Isra' Mi'raj diturunkan perintah shalat wajib 5 waktu. Shalat adalah ibadah yang memiliki keistimewaan, di antaranya adalah perintah sholat ini disampaikan oleh Allah di "langit" saat Rasulullah Mi'raj ke Sidratul Muntaha. Ibadah shalat adalah amalan yang pertama kali dihisab, sholat ini bisa menghapus dosa [dosa-dosa kecil]. [][teks @pohanpow/catatanpengajian.blogspot.com, lampuislam.blogspot.com | foto courtesy of coolwallpapers.org, yale-nus.edu.sg]