Tantangan Menjadi Millennial
Social

Tantangan Menjadi Millennial

by Pandu
Wed, 12-Apr-2017

"Generasi Millennial" adalah orang yang besar setelah era millennium. Ini adalah kelanjutan dari Generasi X yang mekar pada pertengahan '90-an. Gen. Millennial tumbuh dengan interaksi sosial media yang padat serta serapan-serapan informasi dari internet. Apa saja dan di mana pun.

Andy Warhol pernah bilang, pada era masa depan, seseorang akan bisa populer dalam waktu 15 menit. Tiba masanya, omongan itu jadi kenyataan. Sekaranglah, kita mengalaminya. Tinggal klik sekali, hal-hal pribadi bisa jadi konsumsi publik. Secara langsung, bahkan.

Tapi apa iya dengan segala akses informasi itu segalanya menjadi mudah dan tentu menghasilkan rupiah?

Tahun 2020, Indonesia akan mendapat lonjakan usia produktif 18-35 tahun sebanyak 60%. Artinya, persaingan akan menjadi ketat. Pilihannya antara membuat peluang atau membuka peluang.

Sementara Pew Research Center lewat riset Millennials: A Portrait of Generation Next menyebut, generasi ini lebih suka menghabiskan uang untuk nongkrong, belanja pakaian, dan hiburan lainnya. Padahal ada masa depan suram yang mengintai. Apalagi jika terbeban oleh ‘setan kredit’ seperti berikut ini.

1. Harga rumah yang selangit

Kemenko Perkonomian Darmin Narsution mengutarakan, ada kekuatiran kelak banyak generasi millennial yang tak mampu membeli rumah Apabila tidak dibantu orangtua. Persoalannya, pendapatan dan penghasilan nggak sinkron sama sekali.

2. Biaya nikah yang mencekik

Menikah adalah hal yang sakral. Ditambah bumbu adat-istiadat, mahar dan ‘apa kata orang’. Jadilah biaya resepsi pernikahan itu mencekik. Hampir setara dengan naik haji atau pulang pergi umrah bersama pasangan. Jadinya, generasi ini dibebankan hal semacam itu oleh generasi lama. Gila nggak?

3. Persaingan yang ketat

Pilihannya merepesentasikan diri lewat lembaran kertas alias melamar pekerjaan atau bersusah payah membangun perusahaan [start up]. Jadi jangan heran, pada era ini banyak perusahaan di bidang-bidang baru lahir. Misalnya, ojek online atau e-commerce.

4. Perbedaan norma

Oleh generasi sebelumnya, millennial dicap pemalas dan kurang komunikatif. Padahal nggak begitu. Gen. millennial tetap rajin asalkan di bidang yang mereka sukai serta komunikatif melalui media sosial.

5. Gaji yang pas

Pas untuk makan, nongkrong, beli pulsa, dan bensin. Tabungan ke mana? Nah, itu kesulitan generasi millennial. Jadinya cuma sandang, pangan, dan kebutuhan tertier aja yang terpenuhi. Papan? Kemahalan sob! [][teks @haabib_onta | foto cdn.co & nbcnews.com]