Ulat Lilin Untuk Solusi Limbah Plastik
Social

Ulat Lilin Untuk Solusi Limbah Plastik

by Pandu
Wed, 03-May-2017

Problem global yang mendera seluruh negara di dunia ini adalah limbah plastik. Karena untuk satu kantong plastik diperlukan waktu 20 tahun agar bisa terurai. Apalagi untuk negara berkemang seperti Indonesia yang kesadaran akan bahaya plastik masihlah kurang.

Sekalipun aturan biaya tambahan untuk kantong plastik sudah berlaku. Tetap saja konsumen belum mau beralih. Sementara di Bantar Gebang, Bekasi, plastik telah menggunung. Sedang di Samudra Pasifik, telah ditemukan pulau sampah plastik.

Secercah harapan mulai terlihat, ketika Federica Bertocchini, peneliti Spayol, tidak sengaja menemukan kelebihan ulat lilin [waxworms]. Ulat lilin dengan ganasnya melahap plastik yang dipakai Federica.

Ulat lilin adalah larva yang membungkus tubuhnya dengan kepompong serupa lilin sebelum menjadi ngengat. Sejauh ini belum ada spesies yang bisa mengurai plastik. Bahkan jamur atau bakteri pun tidak mampu.

Kurang dari 40 menit, ulat lilin bisa membuat lubang dari kantong plastik yang ia makan. Setelah beberapa jam, berdasar penelitian Federica, kantong plastik itu dilumat seperti daun segar di pohon.

Federica menemukan bahwa ulat lilin menghasilkan enzim yang bisa mengurai plastik dengan mudah. Hingga lahir ide untuk memanfaatkan enzim tersebut untuk mengurai plastik, ketimbang menyebar ulat lilin secara massif untuk menghabiskan plastik.

Susan Selke peneliti dari Universitas Michigan kurang meyakini ide Federica. Sebab di dunia sains, biodegredasi adalah hal yang muskil. Agak berbahaya karena menyangkut rantai makanan.

Berdasarkan riset tahun 2014 oleh World Economic Forum, 331 juta ton plastik sudah diproduksi. Jumlah ini masih akan bertambah dua kali lipat dalam 20 tahun ke depan. [][teks @haabib_onta | foto wigglywigglers.co.uk]