Wanita Adalah Manusia Biasa
Social

Wanita Adalah Manusia Biasa

by Dewi
Fri, 18-Aug-2017

Commuters, di lingkungan apapun, bisa jadi kamu lebih sering mendengar tentang konflik di antara sesama wanita daripada sesama pria. Entah itu sekolah, organisasi, pertemanan, maupun pekerjaan. Ini bukan terjadi semata-mata karena jenis kelaminnya wanita, yang dalam masyarakat terkenal bawel dan emosian. Ada beberapa penjelasan lain yang saya dapatkan dari beberapa artikel yang saya baca, dishare di sini ya..

Berdasarkan penelitian lintas budaya, dari zaman purba hingga sekarang, wanita jarang membentuk kelompok dengan wanita lain yang tidak ada hubungan darah atau persahabatan. Ini membuat wanita menganggap wanita lain yang tidak ada hubungannya sebagai saingan. Di dalam kelompok sendiri, biasanya wanita akan saling support. Sedangkan dengan wanita di luar kelompoknya, mereka bisa menjadi agresif dan sangat kompetitif.

Dalam dunia kerja, Commuters yang sudah bekerja pasti pernah dengar soal boss cewek lebih nyebelin daripada boss cowok. Bagaimana ini bisa terjadi? Nah, kamu harus tau dulu latar belakangnya.

Diakui atau tidak, sampai saat ini wanita masih menjadi “warga kelas dua” dalam lingkungan pekerjaan. Masih banyak perusahaan yang lebih mempertimbangkan untuk memberikan promosi kepada pegawai pria daripada pegawai wanita. Hal seperti inilah yang membuat wanita berambisi untuk bisa membuktikan kemampuannya kepada para atasan. Setelah wanita berhasil mencapai puncak, dengan berbagai usaha dan pengorbanannya, maka ia akan berharap wanita lain yang bekerja dengannya akan memiliki pola kerja yang sama. Itulah mengapa boss wanita tidak bisa menolerir bawahannya [wanita dan juga pria] yang dianggapnya lamban, "cengeng", dan terlalu banyak alasan. Sehingga pada akhirnya ia sering berbicara dengan nada yang ketus.

Di samping itu, para atasan sebaiknya tidak pernah lupa memuji hasil kerja bawahannya, buatlah para pekerja [wanita maupun pria] merasa dihargai. Karena berdasarkan sebuah studi, seorang pekerja yang dihargai kemampuannya akan lebih optimistis dengan masa depannya dan lebih kecil kecenderungannya untuk saling menjatuhkan.

Nah, pesan saya, wanita harus memiliki keyakinan pada diri sendiri yang kuat. Terimalah segala pujian atas pekerjaanmu, karena itu memang hasil kerja kerasmu. Jangan merespon pujian dengan berkata bahwa itu hanya kebetulan atau itu berkat bossmu. Membawa atasan ke dalam prestasimu sah saja, tapi jangan sampai berlebihan. Karena respon seperti itu hanya membuka peluang lain untuk membuatmu di-bully. Kalau bukan dirimu sendiri yang mulai menghargaimu, siapa lagi? [][teks @tantedow/berbagai sumber | foto theodisseyonline & shutterstock]